Headline News

Irak Bersiap Bebaskan Tal Afar, Kurdistan Konfirmasi Tanggal Referendum

Minggu, 13 Agustus 2017 17.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Juru bicara koalisi pimpinan AS Ryan Dillon mengumumkan bahwa pasukan koalisi pimpinan AS dan Angkatan Darat Irak sedang mempersiapkan operasi untuk membebaskan Tal Afar, sebelah barat Mosul.

Dillon mengungkapkan bahwa pesawat tempur koalisi AS membom posisi ISIS di kota Tal Afar dengan 50 serangan udara pekan lalu. Dillon juga menambahkan bahwa 2.000 pejuang ISIS saat ini berada di kota Tal Afar.

Dillon sekali lagi membantah bahwa koalisi pimpinan AS tersebut menargetkan posisi Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU) di dekat perbatasan Suriah-Irak.

Pada saat bersamaan, komandan PMU Jawad mengatakan dalam sebuah wawancara di saluran TV Lebanon Al-Mayadeen bahwa PMU tidak akan berpartisipasi dalam Pertempuran Tal Afar karena tekanan internasional dan internal. Perlu disebutkan bahwa PMU telah mengepung Tal Afar sejak tahun lalu.

Dalam perkembangan lain, Hoshyar Zebari, seorang pemimpin Partai Demokratik Kurdistan (KDP), mengatakan bahwa referendum mengenai kemerdekaan wilayah Kurdistan tidak akan ditunda dan akan diselenggarakan pada tanggal 25 September 2017 seperti yang diumumkan sebelumnya.

Kurdistan Bersiap Referendum

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson telah menghubungi Presiden Wilayah Kurdistan Massoud Barzani dan mengatakan kepadanya bahwa Washington ingin menunda referendum tersebut, dan AS saat ini mendukung perundingan antara wilayah Kurdistan dan pemerintah Irak.

Namun, Barzani mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa “rakyat Kurdistan akan terus dalam perjalanan mereka dan memutuskan nasibnya” … “Koeksistensi damai yang menjadi tujuan utama Kurdistan dengan Irak dalam fase historis berturut-turut dari kedua belah pihak belum tercapai,” pernyataan tersebut menambahkan, “Jaminan apa yang dapat ditawarkan kepada orang-orang Kurdistan dengan imbalan menunda referendum, dan alternatif apa yang akan menggantikan penentuan nasib sendiri rakyat Kurdistan?”.

Perlu disebutkan bahwa orang-orang Irak menentang kemerdekaan wilayah Kurdistan, serta minoritas Asiria dan Turkoman di wilayah Kurdistan dan beberapa partai Kurdi. Beberapa hari yang lalu, Serikat Patriotik Kurdistan telah mengusir salah satu anggota lama “Farhad Sangawi” setelah menyatakan penentangannya terhadap kemerdekaan Wilayah Kurdistan. (SFA)

Sumber: Southfront

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: