Headline News

Inilah Wajah Sadis UEA di Yaman

Jum’at, 27 Oktober 2017 – 07.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Inilah wajah Sadis UEA di Yaman, menurut Human Rights Watch (HRW) menuntut penyelidikan atas kejahatan Uni Emirat Arab (UEA) dan menghentikan penganiayaan terhadap tahanan di penjara-penjara informal di Yaman.

Baca: Potret Kesadisan Para Tahanan di Penjara Rahasia UEA di Yaman

Sarah Leah Whitson, direktur HRW untuk Timur Tengah, mengatakan pada hari Kamis (26/10/2017) bahwa “UEA dan proxy Yaman harus berhenti menolak tanggung jawab atas penganiayaan dan harus bertindak atas pengaduan tersebut.”

Ucapan tersebut datang karena penganiayaan terhadap tahanan oleh pasukan yang didukung UEA di Yaman selatan, yang memaksa para tahanan untuk melakukan mogok makan.

Baca: Perang Barbar Saudi di Yaman Hanya Ciptakan Kehancuran Islam

Dalam sebuah laporan pada hari Kamis, kelompok hak asasi yang berbasis di New York tersebut juga mengutip dari salah satu anggota keluarga narapidana yang mengatakan bahwa mogok makan dimulai pada 21 Oktober di kamp militer Bir Ahmed di Aden.

Dalam beberapa bulan terakhir, militan yang didukung oleh UEA dilaporkan telah menculik dan menyiksa ratusan orang di Yaman selatan. Pada tanggal 9 Juni, situs berita Amerika dan analisis The Daily Beast menerbitkan sebuah penyelidikan yang dikendalikan oleh LSM Bureau of Investigative Journalism, yang menceritakan temuannya.

Probe mengatakan bahwa gerilyawan yang berperang di bawah UEA dan Saudi, telah mengusir orang-orang dari rumah mereka dan membawa mereka ke sebuah kompleks penjara rahasia di Yaman selatan, di mana mereka disiksa. Awal tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga melaporkan adanya peningkatan penghilangan paksa di Yaman selatan.

UEA telah melayani sebagai sekutu Arab Saudi dalam kampanye militer terakhir di Yaman, yang dimulai pada bulan Maret 2015. Pasukan Elite telah berjuang di Yaman sejak tahun 2015 untuk membantu kampanye yang dipimpin oleh Saudi.

Baca: Genjatan Senjata di Markas PBB, Tidak di Yaman

Lebih dari 14.000 orang terbunuh sejak dimulainya kampanye militer dan sebagian besar infrastruktur negara, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabri hancur tak tersisa. Perang brutal Saudi juga menyebabkan sekitar 17 juta orang kelaparan dan sekitar 16 juta hampir tanpa akses terhadap air atau sanitasi. (SFA)

Sumber: PTV

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Misteri Bentrokan Berat UEA dan Qatar di Yaman | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: