Eropa

Inilah “Tamparan” Keras Lavrov Kepada Menlu Saudi

Kamis, 27 April 2017 – 08.23 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menolak tuduhan campur tangan Iran di Suriah, dengan mengatakan bahwa penasihat Republik Islam Iran berada di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus. (Baca: Menlu Saudi: Bashar Assad Harus Hengkang atau Kami Perangi)

Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Lavrov di Moskow pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menuduh Iran mencampuri urusan tersebut, termasuk di Suriah, dan mengatakan bahwa penasihat militer Iran harus meninggalkan negara tersebut.

Dia juga mengekspresikan oposisi Riyadh terhadap kehadiran pejuang dari gerakan perlawanan Hizbullah di Suriah.

Sebagai tanggapan atas ucapan Jubeir, Lavrov mengatakan bahwa penasihat Iran dan pejuang Hizbullah hadir di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah.

Diplomat terkemuka Rusia tersebut menekankan bahwa dalam kerangka perundingan Astana, Iran, bersama dengan Rusia dan Turki, adalah salah satu penjamin sebuah kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang berperang di Suriah, yang mulai berlaku pada Desember 2016. (Baca: Menteri Informasi Suriah Sebut Menlu Saudi “Bocah Ingusan”)

Perjanjian gencatan senjata tersebut ditengahi oleh Rusia dan Turki dengan dukungan Iran.

Ankara, Moskow dan Teheran memediasi tiga putaran perundingan perdamaian antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi di ibukota Astana sejak awal 2017. Ronde keempat dijadwalkan pada tanggal 3 dan 4 Mei.

Lavrov menambahkan bahwa Iran juga telah menyatakan komitmennya terhadap Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB, yang dengan suara bulat diadopsi pada bulan Desember 2015 untuk membantu mengakhiri konflik di Suriah. (Baca: Menlu Saudi Unjuk Kedunguan Dengan Sentimen Anti Iran Melalui Proyeksi Fiktif)

Dia mengatakan bahwa hanya orang-orang Suriah yang berhak menentukan nasib negara mereka.

Rusia bersama dengan Iran telah membantu pemerintah Suriah dalam perang melawan kelompok teroris yang mendatangkan malapetaka di negara Arab sejak 2011. Hizbullah juga telah membantu pemerintah Suriah dalam pertempuran melawan militan ekstremis. (SFA)

Sumber: PTV

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: