Eropa

Inilah Tamparan Keras Iran untuk AS, Prancis dan Inggris di PBB Soal Perang Yaman

Rabu, 28 Februari 2018 – 09.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengecam AS, Inggris dan Prancis yang terus meningkatkan perang di Yaman, melalui pengiriman senjata dan dukungan mereka untuk koalisi pimpinan-Saudi, dengan mengatakan bahwa tiga anggota Dewan Keamanan PBB bertanggung jawab atas penderitaan, kejahatan dan pembantaian anak-anak dan perempuan di Yaman.

Baca: Inilah Serangan Paling Brutal dan Biadab Saudi-Amerika di Yaman

Qassemi mengecam AS dan Inggris karena peran mereka yang tidak konstruktif di Dewan Keamanan PBB dalam tiga tahun terakhir dan usaha mereka untuk melegitimasi para penyerang dalam perang Yaman, dan menekankan perlunya mengakhiri agresi pimpinan-Saudi terhadap negara Arab yang miskin itu.

“Semua orang yang memainkan peran merusak dengan menjual senjata modern, memperbesar persenjataan negara yang agresif dan mengintensifkan krisis dan ketidakstabilan di Timur Tengah, bertanggung jawab untuk membela dan melindungi wanita dan anak-anak Yaman yang tidak berdaya yang menghadapi krisis kemanusiaan yang telah disebabkan oleh perang dan sanksi yang menghancurkan yang diberlakukan di negara ini,” ujarnya.

Qassemi terkait kegagalan AS, Inggris dan Prancis dalam usaha mereka dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Senin untuk mengutuk Iran karena dugaan pasokan rudal ke Yaman, mengatakan bahwa mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yaman yang tertindas dan pendukung agresor serta pemasok senjata mematikan untuk mereka.

Baca: 1000 Days Agresi Saudi, Dunia Kecam Riyadh, AS, Inggris dalam Perang Yaman

Ucapannya muncul setelah Rusia memveto resolusi DK PBB berdasarkan laporan PBB, untuk mengecam Iran atas apa yang mereka tuduhkan sebagai pelanggaran embargo senjata dengan mengirim senjata ke Yaman.

Didukung oleh Amerika Serikat dan Prancis terhadap resolusi yang dirancang oleh Inggris didukung dengan 11 suara pada hari Senin, sementara Rusia menggunakan hak veto dan anggota lainnya memilih abstein.

AS berulang kali meminta pengenaan embargo baru terhadap Iran, dan mengklaim bahwa pihaknya mengirim rudal buatan Iran ke Yaman.

Mereka juga mengklaim bahwa rudal ini digunakan untuk melancarkan serangan ke Arab Saudi. Sementara AS, Inggris dan Perancis bebas memasok rudal ke Arab Saudi yang digunakan untuk membombardir warga sipil Yaman, sejak tahun 2015.

Dalam pidato yang relevan sebelumnya hari ini, Duta Besar Iran untuk London Hamid Baeidinejad menggarisbawahi bahwa Washington mengalami kegagalan total dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, yang akan mengecam Iran atas dugaan pasokan rudal ke Yaman, dan menambahkan bahwa bahkan negara-negara barat pun tidak sepenuhnya mendukung AS.

Baca: The Guardian Serang Saudi, Perang Yaman Adalah Kejahatan Terbesar di Dunia

“Dalam resolusi Yaman, AS sama sekali tidak memperhatikan Yaman (sama sekali) dan mengejar tiga sasaran: menyatakan Iran sebagai negara yang telah melanggar sanksi terhadap Yaman, menghubungkan resolusi Yaman dan pelaksanaan Resolusi 2231 sehubungan dengan isu-isu rudal dan membawa isu-isu rudal Iran pada agenda DK PBB, dan akhirnya, untuk membuka jalan bagi pengenaan sanksi-sanksi DK PBB yang baru terhadap Iran dengan memperkenalkan Iran sebagai pelanggar,” Baeidinejad menulis di akun Telegram-nya.

Dia mencatat bahwa AS bahkan tidak mendapat dukungan penuh dari negara-negara barat. Jadi teks tersebut mengalami banyak perubahan dan kutukannya berubah menjadi kekhawatiran, tambahnya. “Tapi perubahan ini tidak begitu banyak memenuhi kekhawatiran Rusia dan oleh karena itu, resolusi tersebut diveto. AS dan Nikki Haley (duta besar AS untuk PBB), secara pribadi, menghadapi kegagalan yang sama,” kata Baeidinejad. (SFA/FNA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: HAM Tuntut Prancis Stop Jual Senjata ke Saudi | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: