Analisis

Inilah Pukulan Telak Rusia di Qatar Kepada AS, Saudi dan UEA

Minggu, 11 Juni 2017 – 02.02 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia dengan brilian mengisyaratkan dirinya sebagai negara yang ramah terhadap Muslim dengan mengirimkan bantuan makanan ke Qatar selama bulan Ramadan, dan ini juga membuat panggung bagi Al-Jazeera untuk menjadi lebih netral dalam liputannya mengenai kebijakan Moskow di Timur Tengah. (Baca: Qatar dan Arab Saudi Bagai Dua Sisi Mata Uang)

Perang Dingin Qatar-Saudi adalah skema geopolitik yang disusun oleh AS dan UEA, seperti yang saya jelaskan dalam artikel 21st Century Wire tentang “Plot Machiavellian untuk memprovokasi Arab Saudi dan Qatar ke dalam perang “Perbatasan berdarah”, tapi itu tidak mengherankan kalau terjadi. Analisis saya pada September 2016 tentang “GCC: Barter Besar Tripartit di ‘Balkan Eurasia'” memperkirakan bahwa putaran kedua ketegangan Teluk pasti akan terjadi, dan bahwa Great Power Tripartit Rusia, Iran, dan Turki bisa bekerjasama dengan Qatar dalam membantu mematahkan cengkeraman Riyadh di GCC.

Lebih jauh lagi, analisis Geopolitica.Ru dari awal minggu ini tentang “Diplomasi Energi Rusia di Timur Tengah: berkembang atau tertahan?” Secara akurat memperkirakan bahwa Rusia akan memainkan peran dalam menengahi ketegangan antara kedua negara anggota GCC yang bermusuhan, yang sekarang telah secara resmi terjadi dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Qatar ke Moskow akhir pekan ini. (Baca: Razai: Rancana Jahat Saudi Akan Intervensi Militer & Dukung Kudeta di Qatar)

Ada alasan geostrategis yang konkret mengapa Rusia membuat dirinya siap bagi Qatar sebagai mediator, dan ini sebagian besar berkaitan dengan penentuan posisi Moskow sebagai kekuatan penyeimbang tertinggi di seluruh benua Eropa dan menyelidiki potensi “OPEC gas” antara keduanya dan Iran. Terlepas dari keuntungan yang nyata, bagaimanapun, ada kemungkinan menimbulkan kekuatan halus yang cepat dari campur tangan Rusia di Qatar.

Moskow mengambil langkah bijak dengan mengumumkan bahwa pihaknya siap untuk meningkatkan pengiriman makanan ke Doha, yang sangat simbolis mengingat bahwa umat Islam di seluruh dunia berpuasa untuk memperingati bulan suci Ramadan. Bagi pembaca yang tidak sadar akan hal ini, umat Islam berpuasa sepanjang hari dan kemudian makan besar setelah matahari terbenam saat berbuka puasa. Ramadan seharusnya menjadi bulan solidaritas dan perayaan Islam, namun sayangnya, Arab Saudi memutuskan untuk melancarkan agresi asimetrisnya terhadap Qatar saat ini, dan konsekuensi yang ditimbulkan telah merusak reputasinya dengan sangat parah. (Baca: Geger Timur Tengah, Koalisi Arab Tendang Qatar)

Banyak Muslim dari seluruh dunia telah menyuarakan kejijikan mereka di media sosial, mereka tidak dapat percaya bahwa penjaga dua Masjid Suci akan berani memotong pengiriman makanan ke sesama Muslim (komunitas Muslim internasional) selama bulan suci ini. Beberapa bahkan (dengan berani) menuduh Arab Saudi bertindak berdasarkan perintah dari “Israel” karena Tel Aviv secara terbuka telah mendukung setiap langkah yang diambil Riyadh.

Serangan balik Arab Saudi terhadap mantan sekutunya, Qatar, terlihat semakin berbahaya saat dikontraskan dengan tawaran Iran untuk menyediakan makanan ke negara yang diembargo secara de facto dan bahkan mengizinkannya menggunakan pelabuhan Republik Islam Iran untuk perdagangan. Hal ini tidak seharusnya terjadi, setidaknya menurut narasi sektarian radikal yang dipromosikan oleh Arab Saudi. Namun faktanya, Iran memperluas bantuan kemanusiaan ke Qatar dan merusak perpecahan geopolitik Sunni-Syiah yang diproduksi oleh Riyadh selama beberapa dekade. Ditambah lagi pengiriman makanan Rusia ke Qatar, dan itu mengambil makna simbolis yang lebih tinggi lagi dalam konteks ini.

Strategi besar Rusia adalah menjadi Penyeimbang Eurasia, dan ini hanya bisa dilakukan dengan mengatur secara damai hubungan intra-Islam antara masyarakat Sunni dan Syiah. Kebijakan Moskow bukanlah sektarian dengan barometer apapun, meskipun sayangnya mereka telah dicap oleh beberapa pihak Muslim dan terutama media Qatar, media massa Al Jazeera berdasarkan persepsi yang menyesatkan bahwa mereka seharusnya hanya menguntungkan orang Syiah (Alawite President Assad dan Iran) .

Ini adalah cara yang salah untuk menafsirkan intervensi anti-teroris Rusia di Suriah, namun sayangnya tampak nyaman bagi para aktor yang didorong oleh agenda tertentu untuk membingkai peristiwa yang dapat mengubah permainan selama beberapa tahun terakhir di sepanjang garis ini. Salah satu kekuatan yang mementingkan diri sendiri dan secara aktif mempromosikan gagasan ini serta dengan sengaja mengipasi api kekerasan sektarian adalah Qatar melalui media Al Jazeera, meskipun menarik, Doha sekarang berada dalam posisi ketergantungan semi-strategis pada Moskow yang berpotensi memimpin pergeseran yang lebih netral dalam cakupan kebijakan Timur Tengah-Rusia.

Secara keseluruhan, usulan Rusia untuk mengirimkan makanan ke Qatar dalam membantu negara itu untuk melawan embargo yang dipimpin Saudi, telah mengantarkan dua tujuan kekuatan halus yang strategis. Yang pertama adalah Moskow tidak lagi dianggap sebagai aktor “pro-Syi’ah”. beberapa warga negara di kawasan itu telah dicuci otaknya untuk berpikir bahwa hal itu terjadi. Kedua, reputasi Rusia kemungkinan akan meningkat sebagai akibat berubahnya media Al Jazeera yang diharapkan lebih netral dalam kebijakan Rusia di Timur Tengah .

Mengingat bahwa Al Jazeera sebagian besar bertanggung jawab atas narasi sektarian palsu ini. Bagaimanapun juga, bantuan kemanusiaan Rusia di Qatar selama bulan Ramadan bisa berjalan jauh dalam membalikkan keadaan secara lestari jika Doha mengarahkan stasiun tersebut untuk lebih netral mengenai kebijakan Timur Tengah Moskow sebagai tanda terima kasih atas dukungannya.

Kekuatan halus tersebut akan memberikan sentakan dan menunjukkan bahwa kebijakan regional Rusia tidak dapat diukur, dan akan melancarkan tujuan strategis besar Moskow untuk menjadi kekuatan penyeimbang utama di Eurasia, terutama yang berkaitan dengan meredakan ketegangan yang mencakup kejengkelan AS seputar konflik Sunni-Syiah. (SFA)

Sumber: The Duran

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Qatar Resmi Nyatakan UEA Berada Dibalik Serangan Hacking | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: