Fokus

Inilah Kronologi Penangkapan Patrialis Akbar

Jum’at, 27 Januari 2017 – 07.34 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan salah satunya adalah seorang hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Penangkapan itu terkait dugaan suap judicial review Undang-undang Nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. (Baca: Ketua KPK Benarkan Hakim MK yang Terjaring OTT Adalah Patrialis Akbar)

“Sebelas orang diamankan dalam kegiatan operasi tersebut,” kata Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Kamis (26/1).

Sebelas orang itu ditangkap di tiga tempat berbeda di Jakarta pada Rabu (25/1) dan Kamis (26/1), setelah KPK mendapat laporan dari masyarakat. Mereka yang diamankan antara lain PAK (hakim MK), BHR bersama sekretarisnya RJF (pihak swasta pemberi suap terhadap PAK), serta KM (pihak swasta yang menjadi perantara dari BHR kepada PAK) dan tujuh orang lainnya.

Basaria mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap KM di kawasan lapangan golf Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/1). Selanjutnya KPK menangkap BHR bersama sekretarisnya RJF di salah satu kantornya kawasan Sunter, Jakarta Utara.

“BHR ini memiliki sekitar 20 perusahaan yang bergerak di bidang impor daging,” kata Basaria.

Di lokasi ini, tim Satgas juga mengamankan sekretaris Basuki bernama Ng Fenny dan tujuh pegawainya. Tak berhenti sampai di situ, sekitar pukul 21.30 WIB, tim Satgas mengamankan Patrialis Akbar di Hotel Grand Indonesia, Jakarta. Saat itu, mantan anggota DPR dan Menkumham ini sedang bersama sejumlah orang lainnya.

“Dia (Patrialis Akbar) saat itu bersama dengan seorang wanita dan beberapa rekan lainnya,” tutur Basaria, jadi bukan di Taman Sari seperti berita sebelumnya. (Baca: Patrialis Akbar Ditangkap di Hotel Lokasi Esek-esek Bersama Wanita?)

KPK menduga kasus dugaan suap ini terkait permohonan uji materiil Undang-undang Nomor 41 tahun 2014. Patrialis diduga menerima hadiah 20.000 USD dan 200.000 dolar Singapura.

“Dalam rangka pengurusan perkara dimaksud, BHR dan RJF melakukan pendekatan PAK melalui KM. Hal ini dilakukan oleh BHR dan NJF agar bisnis impor daging mereka dapat lebih lancar.

KPK juga mengamankan dokumen pembukuan perusahaan dan voucher pembelian mata uang asing dan draft putusan perkara dalam operasi tangkap tangan ini. KPK telah menaikkan status tersangka terhadap empat orang yang ditangkap tersebut. (Baca: Ketua KPK Benarkan Hakim MK yang Terjaring OTT Adalah Patrialis Akbar)

Mereka adalah Patrialis Akbar dan KM serta BHR bersama sekretarisnya RJF. Sedangkan tujuh orang lainnya hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di KPK. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: