Fokus

Inilah Kisah Pengantin ISIS Asal Jerman

Selasa, 19 September 2017 – 13.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Setelah melarikan diri dari rumahnya di Dresden, Jerman Timur, musim panas lalu untuk bergabung dengan ISIS di Irak, seorang remaja Jerman -Linda Wenzel- akan diadili di pengadilan negeri, dan menghadapi hukuman mati.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan kepada Associated Press seorang wanita berumur 16 tahun, yang saat ini ditahan di sebuah penjara di Baghdad, “bertanggung jawab atas tindakannya” – terutama karena dia mungkin terlibat dalam kegiatan kriminal yang mencakup “pembunuhan orang yang tidak bersalah”.

Baca: Serangan Udara Rusia Tewaskan ‘Pengantin Jihad’ Teroris ISIS di Raqqa, Suriah

Linda ditangkap oleh pasukan Irak di ruang bawah tanah sebuah rumah di Mosul pada bulan Juli, saat sebuah serangan ditujukan untuk mendorong kelompok ekstremis dari kota tersebut. Dia bersama empat wanita lainnya dipersenjatai senjata dan sabuk pengebom bunuh diri, siap meledakkan tentara yang sedang maju.

Dia dituduh bekerja dengan teroris ISIS dan melakukan serangkaian serangan teror, dan merupakan satu dari beberapa wanita yang ditahan karena aktivitas mereka selama tiga tahun ISIS meneror di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jerman sebelumnya mengatakan akan mengembalikan remaja dan tiga wanita Jerman lainnya yang tertangkap di Irak, namun tidak ada perjanjian ekstradisi antara kedua negara, dan pejabat Irak mengindikasikan bahwa mereka menginginkannya dan orang-orang asing lainnya untuk diadili di pengadilan negeri Irak.

Baca:Pesan Pedas Ahmad Zainul Muttaqin Kepada ISIS dan Jonru

Hukuman mati dilarang di oleh Jerman -jika dia di adili negaranya, dia akan menjalani hukuman penjara hingga 10 tahun- namun hukuman tersebut tidak dilarang di Irak.

Linda berusia 15 tahun ketika dia melarikan diri dari kampung halamannya di negara bagian Sachsen. Dalam wawancara setelah penangkapannya, dia telah berbicara tentang penyesalannya yang luar biasa saat melakukan perjalanan ke Irak, dan keinginannya untuk pulang.

Mereka berkomunikasi secara online dengan anggota ISIS, Linda mengklaim butuh waktu satu bulan untuk melakukan perjalanan ke Irak melalui Turki dan Suriah, dimana dia menikahi seorang pejuang ISIS. Dia kemudian “dikirim” ke Mosul, tempat suaminya terbunuh tak lama kemudian. Dia memiliki luka tembak di paha kirinya dan cedera lain pada lutut kanannya yang disebabkan saat serangan helikopter.

Baca: VIDEO: Kisah Mantan Para Istri Teroris ISIS Ungkap Detail Kehidupan Mereka

Metode Rekrutmen

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 930 orang telah melakukan perjalanan dari Jerman untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Irak atau Suriah. Menurut Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi, 20 persen di antaranya adalah perempuan dan lima persen adalah anak di bawah umur. Dari mereka yang berusia di bawah 18 tahun, setengahnya adalah perempuan.

Sigrid Herrmann Marschall, seorang ahli tentang Islam di Jerman, sebelumnya telah mengatakan kepada Sputnik bahwa seluruh kelompok garis keras berusaha untuk merekrut gadis-gadis muda untuk bergabung dengan ISIS. Dia berbicara tentang satu “kasus yang luar biasa”, yang melibatkan seorang penerjemah di Leipzig, penerjemah itu termasuk anggota dalam sebuah masjid ekstremis, dan dipekerjakan untuk berbicara dengan pengungsi dari Timur Tengah.

Baca: BEJAT! Pengakuan Pilu Budak Seks ISIS: Saya Diperkosa Tiap Hari

Dalam banyak kasus, dia berhasil mengubah pengungsi menjadi seorang ekstremis, dimana mereka akan mengajukan permohonan untuk dipulangkan kembali ke negara asal mereka.

Perekrut di Jerman ini sering bekerja bukan karena keyakinan ideologis, tapi uang -menyediakan pejuang laki-laki dan “pengantin ISIS” adalah bisnis yang menguntungkan, karena kelompok teror tersebut ingin menjerat dan menciptakan generasi berturut-turut untuk jajarannya. Orang lain -yang sering disebut “pengantin ISIS”- termasuk warga negara Prancis, Belgia, Inggris dan Jerman. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: