Fokus

Inilah Jawaban Pedas Cicit Cut Meutia yang Permasalahkan Jilbab Buyutnya

Jum’at, 23 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Jagat media sosial saat ini dijadaikan ajang adu domba dan fitnah oleh kelompok atau politikus yang ingin membuat NKRI kacau dengan isu-isu yang remeh namun efeknya kalau tiap hari di sebarkan bisa membuat negara hancur, isu agama dan kebhinekaan sudah sering kali dibenturkan oleh kelompok radikal dan manusia-manusai atau kelompok penghancur NKRI. (Baca: Eko Kuntadhi: Diam Sudah Gak Musim, Inilah Serangan Bahaya Bagi Bangsa)

Isu terbaru adalah masalah gambar Cut Meutia yang tak memakai jilbab atau menutup aurat, beberapa oknum melayangkan protes, baik di media sosial maupun di ke media massa. Mereka keberatan karena foto gambar Tjut Meutia tak pakai jilbab. Di hari itu, media lokal di Aceh Serambi Indonesia memberitakan bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari fraksi Partai Amanat Nasional, Asrizal H Asnawi memprotes ketiadaan jilbab pada gambar Tjut Meutia.

“Kami di Aceh sedang menggalakkan penggunaan pakaian dengan aturan syariat Islam dan penegakan hukumnya, jangan dilemahkan usaha tersebut dengan gambar sang pejuang tanpa penutup kepala,” katanya.

Dwi Estiningsih, warga Yogyakarta, melalui akun twitternnya @estiningsihdwi juga melayangkan pernyataan bernada serupa. “Cut Meutia, ahli agama dan ahli strategi, bukan ahli agama bila tak menutup aurat.” Sebelumnya juga kader PKS ini melecehkan pahlawan Nasional Non-Musli, dengan sebutan Pahlawan “Kafir”, mereka seakan-akan meneriakkan kebenaran ala mereka pada dasarnya itu adalah kampanye terselubung dari kelompok yang ingin hancurkan kebhinekaan dan keberagaman di Indonesia.

Namun ucapan mereka mendapat jawaban pedas dari Cicit pahlawan nasional Cut Meutia, Dara Meutia Uning, meminta masyarakat tidak mempersoalkan nenek buyutnya memakai jilbab atau tidak. “Cut Meutia barangkali tak peduli apakah dirinya dianggap pahlawan atau bukan. Yang terpenting baginya hanya kemerdekaan bagi bangsanya,” demikian ditulis Dara pada Kamis, 22 Desember 2016. (Baca: Suriah Hancur Karena Isu Agama Dibenturkan dengan Pemerintah dan Kebhinekaan)

Melalui cuitan Dwi Estiningsih, ia mempersoalkan wajah Cut Meutia dalam mata uang baru, pecahan Rp 1.000, yang tidak mengenakan jilbab. Kader Partai Keadilan Sejahtera itu mencuit, “Cut Meutia ahli agama dan ahli strategi, bukan ahli agama jika tak menutup aurat.”

Dara sendiri sudah membantahnya. “Nenek saya bukan ahli agama. Dia ahli perang, memimpin pasukan,” ujarnya. Ia pun menegaskan, keluarga besar sudah sepakat bahwa buyutnya tak berjilbab. “Hanya mengenakan kain yang tidak 10 persen menutup rambut. Seperti tudung lebih tepatnya.”

Menurut Dara, Dwi Estiningsih tak mau membaca sejarah. “Bagi orang lain yang menyebutnya sebagai ahli agama dan ahli strategi, dan karena itu sepantasnya memakai jilbab, saya anggap dia kurang memahami sejarah.” (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: