Fokus

Inilah Himbauan PPI Suriah Tentang Maraknya Berita Hoax Tentang Suriah

Rabu, 28 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Konflik Suriah semakin menunjukkan hasil yang baik menuju penyelesaian namun ada pihak-pihak yang masih memanfaatkan momen ini dengan membawa isu sektarian dan penuh kebohongan. (Baca: Isu Sektarian Senjata Ampuh Barat-Arab Saudi Hancurkan Suriah dan Assad)

Oleh karena itu Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) meminta berhati-hati menyikapi pemberitaan yang ada, PPI Damaskus, Suriah juga meminta kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak jelas sumbernya terkait konflik Suriah.

Imbauan ini menyusul maraknya peredaran berita dan meme yang tidak terverifikasi bahkan sebagaiannya hoax di dunia maya. Ketua PPI Suriah, Susilo Priyadi mengatakan kehidupan beragama di Suriah cukup moderat dan toleran.

“Suriah adalah negara sekuler-sosialis, multi etnis (Arab, Kurdi, Armenia, Turkman dan lainnya), multi agama dan sekte (Muslim Sunni, Syi’ah, Kristen Katolik, Ortodox Syria, Protestan, Druze & Atheis),” ujar Susilo Priyadi dalam keterangan rilis yang diterima Republika, Selasa (27/12). (Baca: Jurnalis Indonesia Beber Fakta Suriah Sebenarnya Pasca Kunjungan ke Lokasi Konflik)

Ia menjelaskan, sebelum konflik 2011, Suriah termasuk dalam lima kategori negara-negara dengan tingkiat kriminalitas terendah.

Kebutuhan pokok masyarakat seperti listrik, air dan roti disubsidi oleh pemerintah. Pendidikan dan pelayanan kesehatan  rumah sakit negeri juga disubsidi penuh oleh pemerintah.

Suriah juga merupakan negara yang sangat concern terhadap problematika Palestina dan menjadikannya sebagai isu nasional.

Menurutnya, konflik di Suriah bukanlah konflik sektarian. Melainkan konflik yang bekaitan erat dengan berbagai kepentingan politik regional dan global. Tentara Nasional Suriah merupakan tentara yang terdiri dari bebagai suku dan agama.

Sekretaris PPI Suriah Fikyanto menambahkan secara geografis letak provinsi Aleppo sangat strategis dan merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Damaskus yang terkena imbas konflik paling parah, sehingga diperebutkan oleh kelompok-kelompok yang terlibat konflik.

Sekitar 90 persen dari penduduk Suriah adalah orang Arab. Kelompok etnis lain yang paling besar adalah Kurdi (6 persen). Separuh penduduk tingal di perkotaan. Kota-kota utama dan termasuk tertua di dunia adalah Damaskus, Haleb (Aleppo), Homs, Latkia dan Hama. (Baca: Kemenangan Aleppo Hancurkan Kekuasan AS dan Barat di Timur Tengah)

Sekitar 90 persen Muslim diantaranya mayoritas Sunni. Penganut agama lain Kristen Ortodoks (Yunani, Armenia, Suriah) dan Yahudi. Agama, khususnya Islam adalah suatu kekuatan politik dan sosial di Suriah. (SFA)

Sumber: Republika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: