Headline News

Inilah Fakta Dibalik Ketegangan Maroko dengan Iran

Torre Azadi Iran

TEHERAN – Pemerintah Iran melalui Kedutaannya di Aljazair telah membantah dengan tegas pernyataan Maroko yang menuduh Teheran mendukung kelompok perjuangan Sahara Barat “Front Polisario”, yang menyebabkan Rabat memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran seperti dilansir Arabic.rt (02/05).

BacaL Hubungan Arab Saudi-Israel Untuk Menghadapi Iran

Di pihak lain, sejumlah negara Arab kawasan Teluk Persia yang sejak awal memang memusuhi Iran, yaitu Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, menyambut gembira dan mendukung pemutusan hubungan diplomatik Maroko dengan Iran.

Kedutaan Iran menegaskan dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situsnya bahwa “Iran membantah dengan tegas tuduhan Maroko tentang adanya hubungan antara kedutaan Iran dengan aktivitas Front Polisario “.

Sebelumnya, pada hari Selasa kemarin (01/05) Maroko mengumumkan pemutusan hubungan diplomatiknya dengan Iran serta niatnya untuk menutup kedutaannya di Teheran dan mengusir duta besar Iran dari Rabat, dengan dalih “kerjasama Teheran dan Front Polisario dengan bantuan Hizbullah untuk mengacaukan keamanan Maroko dan kepentingan luhur kerajaan ini”.

Baca: Rakyat Protes, Maroko Kirim 1500 Pasukan Elit Darat Bantu Saudi Perang di Yaman

Namun pihak Hizbullah juga membantah hal ini dan mengatakan bahwa “Ironis, Maroko melontarkan tuduhan palsu akibat tekanan Amerika Serikat, Israel dan Saudi”.

Sementara itu, Front Polisario sendiri telah menolak tuduhan Maroko yang menyebutkan bahwa Front Polisario menerima bantuan dari Iran yang membuat Rabat langsung menutuskan hubungannya dengan Iran yang diklaim Rabat namun dibantah tegas oleh Teheran.

Sebelumnya, Front Polisario sendiri diketahui telah membantah tuduhan Maroko tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak menerima bantuan dari Iran.

Perwakilan dari Front Polisario di Perancis, Abu Basrai Bashir mengatakan bahwa “Front menantang pemerintah Maroko untuk membawakan bukti tentang klaim dukungan Iran ini yang sama sekali tidak memiliki dasar apapun”.

Baca: Gadis Cantik Asal Maroko Simpatisan ISIS Tusuk Perwira Polisi Jerman

Perwakilan Front Polisario ini mengatakan bahwa “tentara rakyat terlibat perang pembebasan nasional hanya mengandalkan pejuang-pejuang Sahara secara sekslusif, dan sepanjang perjuangan bersenjata melawan pendudukan Maroko , tidak ada kehadiran militer asing manapun”.

Adapun, Sahara Barat merupakan sebuah daerah di bagian barat laut Afrika yang belum merdeka. Di sebelah timur laut, berbatasan dengan Aljazair dan selanjutnya di sebelah utara berbatasan dengan Maroko dan dengan Mauritania di sebelah timur dan selatan.

Selama ini daerah ini masih dipertikaikan apakah merupakan bagian dari Maroko atau milik Republik Demokratik Arab Sahrawi. Sahara Barat diduduki oleh Maroko, namun pendudukan ini tidak mendapat pengakuan internasional, dan Front Polisario memperjuangkan kemerdekaan daerah ini.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa “klaim baru ini, hanya merupakan langkah oportunistik Maroko untuk memperkuat posisinya dalam perubahan baru regional dan internasional yang bertujuan untuk mencoba menyembunyikan dampak dari resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya yang berkaitan dengan waktu 6 bulan untuk melanjutkan negoisasi langsung antara pihak-pihak yang terlibat konflik di bawah naungan PBB”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: