Headline News

Inilah Bukti Nyata Iran Bukan Teroris, Rouhani Umumkan Kekalahan ISIS di Televisi

Rabu, 22 November 2017 – 09.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEHERAN – Inilah bukti nyata bahwa Iran bukan negara teroris seperti yang digembar-gemborkan oleh Arab Saudi cs. Sangat jelas sekali peran penting Iran perangi teroris ISIS di Suriah dan Irak. Saat ini teroris ISIS semakin terpuruk di Suriah dan Irak, mereka benar-benar tidak berkutik, bahkan yang terakhir ISIS dihajar habis-habisan di Albukamal oleh tentara gabungan Suriah-Iran, ini benteng terakhir teroris yang tersisa di Suriah.

Baca: Panglima Iran: Kehidupan Teroris Akan Segera Berakhir di Suriah

Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan, kini kejayaan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) telah usai. Dalam sebuah pidato di sebuah siaran langsung televisi, Rouhani menyatakan kekuatan ISIS kini telah habis seiring dengan semakin menyempitnya wilayah kekuasaan mereka.

“Kelompok tersebut telah kehilangan banyak wilayah teritorial. ISIS sekarang sudah ‘selesai’ setelah dilenyapkan di Irak dan Suriah dalam pertempuran beberapa bulan terakhir,” ungkap Rouhani, dikutip dari the Sun, Selasa (21/11).

Senada dengan Rouhani, komandan senior dari Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani juga mengumumkan berakhirnya ISIS melalui sebuah pesan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Sepah.

Baca: Fisk Pada Trump; Arab Saudi Sumber Teroris Bukan Iran

Sebagaimana diketahui, Garda Revolusi Iran telah berjuang untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad selama beberapa tahun dalam mempertahankan pemerintahannya. Selama kurun waktu itu pula, sedikitnya 1.000 tentara Iran tewas dalam pertempuran memperebutkan wilayah kekuasaan.

Albukamal di Suriah Timur menjadi kota terakhir yang direbut kembali dari kekuasaan ISIS.

Awal kekalahan ISIS dalam pertempuran bermula saat Mosul berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah Irak. Jatuhnya Mosul menjadi pukulan besar bagi stabilitas politik Irak dan perlahan ISIS pun mulai kehilangan beberapa kota utama yang dikuasainya termasuk Fallujah dan Ramadi.

Serangan terhadap Mosul memaksa ISIS keluar dari benteng strategis terakhir yang telah didominasi selama lebih dari tiga tahun itu.

Baca: Pasukan Suriah Sepenuhnya Rebut Markas Terakhir ISIS di Albukamal

Di masa jayanya, kelompok teror itu telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah sejak 2014 lalu. Teroris ISIS bahkan memerintahkan orang-orang untuk meninggalkan rumah mereka atau menjadikan mereka tawanan. Saat itu, ratusan ribu orang melarikan diri ke kamp-kamp pengungsi agar selamat dari cengkraman ISIS. Masa itu, disebut-sebut sebagai krisis pengungsian terparah yang pernah terjadi di dunia. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: