Asia

Inilah Ancaman Serius Korut Kepada Inggris

Sabtu, 26 Agustus 2017 – 13.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KOREA UTARA – Korea Utara dikabarkan telah memperingatkan Inggris akan “akhir yang menyedihkan” jika Inggris memutuskan untuk ikut serta dalam latihan militer gabungan yang dilakukan AS dan Korea Selatan, yang dimulai sejak hari Senin lalu (21/08). (Baca: PANASI KORUT, AS dan Korsel Mulai Latihan Militer Gabungan 11 Hari)

Pyongyang sebelumnya telah menyebut Washington dan Seoul sebagai “dua pemantik perang” dan mengatakan bahwa latihan militer tersebut merupakan bukti lebih lanjut tentang dugaan keterlibatan mereka dalam ketegangan di Korea Utara. Pyongyang juga menggambarkan musuh-musuhnya sebagai pihak yang “terobsesi perang” dan “para idiot muda”.

Sebuah pernyataan dari kantor berita resmi Korea Utara mengungkapkan bahwa “kenyataan menunjukkan bahwa ambisi Washington untuk menekan Korea Utara masihlah ada serta keinginan kelompok boneka AS untuk melakukan intervensi di Korea Utara juga tidak berubah. Tidak, Kami tidak hanya memperingatakn AS dan kelompok boneka AS saja tetapi juga sekutu setia mereka seperti Inggris dan Australia, yang mencoba memanfaatkan manuver militer yang sedang berlangsung melawan Korea Utara, bahwa mereka akan menghadapi “akhir yang menyedihkan” jika mereka bergabung dalam konflik panas ini”. (Baca: Korut Kembangkan Rudal yang Mampu Capai Washington dan New York)

Sementara itu, kantor berita resmi Korea Utara menolak pernyataan Korea Selatan yang mengatakan bahwa latihan tersebut murni bersifat defensif, mengingat bahwa “sejumlah pembom strategis yang dilengkapi dengan bom nuklir selalu dalam keadaan siaga dan tengah melakukan pernerbangan”.

Surat kabar Rodong Sinmun milik Korea Utara mengatakan bahwa latihan militer gabungan AS-Korea Selatan merupakan tindakan agresif terhadap Pyongyang, dan tidak ada jaminan bahwa latihan tersebut tidak akan berubah menjadi pertempuran sesungguhnya.

Surat kabar ini juga mengatakan bahwa manuver militer ini ibarat menuangkan minyak ke api dan hal ini hanya menambah ketegangan di Semenanjung Korea. (Baca: Kemajuan Teknologi Rudal Korut, China dan Rusia Sebabkan AS Ketakutan)

Latihan militer tahunan yang dilakukan AS dan Korea Selatan bertajuk “Ulchi Liberty Guard” dimulai pada 21 Agustus 2017 lalu dan dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari, dan hal ini bertujuan untuk membentuk pasukan gabuangan yang selalu siap kapanpun untuk terjun ke medan perang jika terjadi konflik dengan Korea Utara. (SFA)

Sumber: Al Maalomah

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: