Fokus

Inilah Ambisi Kotor AS dalam Perang Yaman

Kamis, 27 April 2017 – 13.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Amerika Serikat melalui Menteri Pertahanan telah menyatakan bahwa Gedung Putih memiliki tujuan-tujuan penting dalam perang Yaman hingga menuju meja perundingan di bawah naungan PBB, ataupun kesepakatan senjata antara AS dengan negara koalisi yang dipimpin Saudi dan UEA, dan semua ini mengungkapkan sisi lain tentang niat AS dalam perang di Yaman. (Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’)

Para pengamat mengungkapkan bahwa ambisi Amerika di Yaman sejak pecahnya perang di negara miskin ini tidaklah berubah meskipun telah terjadi perubahan kekuasaan di Gedung Putih, adapun tujuan utama AS dalam perang Yaman yakni:

  1. Membangkitkan ekonomi AS yang telah mati dengan mencapai kesepakatan senjata di atas jeritan rakyat Yaman.
  2. Menguasai pintu gerbang Bab al-Mandeb sebagai koridor alternatif Hormuz jika ingin memulai perang dengan Iran.
  3. Menjadikan Yaman sebagai ladang teroris karena usaha mereka di Suriah, Irak dan Libya telah gagal.
  4. Mengharuskan sekutu Baratnya untuk menguasai Yaman.
  5. Memperluas pangkalan militer di wilayah kawasan.
  6. Menjaga keamanan dan kepentingan Zionis dengan mematahkan revolusi Yaman agar tidak tercipta gerakan revolusioner seperti Hizbullah di Lebanon yang mengancam kepentingan Zionis.

Menurut pandangan beberapa pejabat di pemerintah AS mengungkapkan bahwa terjadinya eskalasi perang di Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi adalah sebuah kesalahan fatal, mereka menganggap perang tersebut sebagai bencana bagi rakyat Yaman namun kita telah menyaksikan rudal-rudal ballistik Yaman kini telah menciptakan kekhawatiran dan ketakutan bagi koalisi Saudi serta menjadi bahaya utama yang ditakutkan menghantam ibukota Saudi, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah sistem pertahanan udara Saudi seolah tidak berdaya menghadapi kekuatan rudal Yaman meskipun AS telah memberikan latihan militer pada pasukan Saudi  dan mereka telah dilengkapi dengan sistem pertahanan udara terbaru oleh AS dan Israel. (Baca: Houthi: Agresi di Yaman untuk Lindungi Kepentingan Saudi, UEA dan AS)

Sementara itu, laporan kami mencatat bahwa kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Riyadh terjadi setelah terjadinya eskalasi operasi militer oleh tentara Yaman dan komite populer Yaman di dalam wilayah Saudi serta pertempuran sengit di pantai barat, di mana tentara Saudi telah menderita kerugian besar dalam menghadpi kekuatan rudal dan artileri Yaman serta para sniper jitu Yaman yang beroperasi di wilayah Jizan, Najran dan Asir, dan hal ini semakin memperjelas kekhawatiran dan ketakutan koalisi Saudi atas kemampuan militer Yaman.

Operasi militer terbaru yang dilakukan oleh tentara Yaman dan komite populer Yaman di dalam wilayah Saudi dan pantai barat adalah pesan yang jelas untuk Menteri Pertahanan AS yang menegaskan bahwa para pemimpin Yaman telah memutar posisi perang dan hal ini juga menegaskan bahwa Yaman bisa menghadapi setiap serangan darat dan laut, serta unit pertahanan udara Yaman akan memperlihatkan bagaimana sistem pertahanan udara Yaman dapat menjatuhkan jet-jet tempur koalisi Saudi.

Menurut informasi militer Yaman kemampuan sistem pertahanan udara Yaman telah terlihat saat jatuhnya jet tempur terbaru milik rezim Saudi, dan kita juga telah menyaksikan sebelumnya ketika Riyadh menjadi target dari rudal Burkan-2 Yaman.

Apa yang terjadi di Yaman menunjukkan bahwa koalisi Saudi telah menemui kegagalan militer dan lapangan serta kegagalan untuk mewujudkan hasil yang nyata yang justru mendatangkan serangan balasan yang begitu mengejutkan. Dua tahun lebih telah berlalu namun mereka masih saja belum bisa mewujudkan setiap manuver di lapangan untuk menjaga kepentingan Riyadh dan para sekutunya di Yaman. (Baca: The Week: Peran Trump dalam Perang Rahasia dan Terlupakan di Yaman)

Poin akhir dari tulisan ini adalah perang Yaman ini telah membuat para pengambil keputusan dalam perang ini merasa bingung dan menghindari penyelesaian konflik ini secara politik dan militer, dan pada akhirnya tidak ditemukanah solusi apapun di Yaman kecuali tunduk di hadapan tekad kuat rakyat Yaman dan mengakui mereka sebagai kekuatan independen global. (SFA)

Sumber: nthnews

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ramadan, Saudi Tak Henti Lakukan Serangan Malam di Sana’a Yaman | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: