Analisis

Inilah Alasan Kenapa Suriah Tidak Membalas Serangan Israel

Rabu, 18 Januari 2017 – 08.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Mantan perwira dan ahli militer strategis Omar Marbone mengatakan bahwa sudah menjadi hal umum, Israel melakukan serangan langsung pada wilayah Suriah sejak 2011. Dan selalu saja pimpinan Zionis membenarkan serangannya itu dengan dalih menghancurkan rudal dan peralatan perang lainnya yang  ditransfer ke Hizbullah. Dalih ini sungguh tidak masuk akal untuk apa Hizbullah dan Suriah menggunakan area terbuka di lokasi bandara Mezzeh untuk transfer rudal apalagi menyimpannya. Bahkan area yang ditargetkan oleh Israel bukan pertama kalinya diserang, dimana serangan tersebut dalam waktu dekat merembet ke kota Darya dalam artian tidak mungkin kota tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata atau bahkan menjadikannya gudang persenjataan. (Baca: Analis: Kehadiran Iran di Suriah Bikin Emosi Israel)

Dia menambahkan bahwa intelijen Zionis menyadari sepenuhnya bahwa rudal strategis Suriah ada di bunker-bunker yang dijaga ketat, selain taktik mentransfer dan penggunaanya setelah enam tahun perang berbeda-beda. Selain, perbatasan antara Lebanon dan Suriah, dan sepanjang wilayah Zabadani selatan hingga ke pinggiran Arsal di utara serta daerah Hermel adalah zona dimana Hizbullah mampu melokalisasi rudal strategis tanpa harus mentransfernya ke Lebanon, nanti kita akan berbicara tentangnya setelah rincian keterangan dari tujuan-tujuan serangan Zionis.

Omar Marbone juga menjelaskan bahwa tujuan dari serangan Zionis adalah untuk perang media dan perang psikologis, seperti yang terlihat melalui pemilihan lokasi-lokasi yang diserang di sekitar Damaskus, dimana serangan menargetkan moral penduduk yang akan mempengaruhi ketabahan mereka dan menciptakan perdebatan serta mempertanyakan kemampuan negara Suriah untuk membalas serangan tersebut.

Sebagaimana juga ada surat yang ditujukan kepada kelompok teroris bahwa “Israel” bersama mereka dan bersedia untuk campur tangan secara langsung, terutama ketika kelompok ini sudah tidak mengendalikan lagi lokasi-lokasi sasaran, terutama Darya dan Moadamieh serta meluas ke Khan al-Shih dan Kanaker sampai ke Beit Saber, Kafr Hawr dan Beit Tima. Tentu saja kita tidak lupa Qudsayya, Al-Hameh dan Al-Tal dimana semua lokasi ini bagi Zionis sepeti kantong-kantong yang diharapkan dapat berperan besar untuk memecah belah Suriah. (Baca: Pertemuan Militan Suriah dengan Zionis di Dataran Tinggi Golan)

Ini juga merupakan cara untuk menekan pemerintah Suriah melalui serangan yang terjadi baru-baru ini dari luar wilayah udara Suriah, dapat dikatakan bahwa “Israel” telah kembali melihatkan otot lengan panjangnya yang mampu mempengaruhi jalannya peristiwa kapanpun ia mau untuk mencapai tujuannya.

Adapun mengapa Suriah tidak menanggapi serangan Zionis, jawabannya ada pada masalah inti subyek serangan ini, apa maksud tujuan, esensi dan levelnya dimana serangan tersebut tidak pernah melebihi dari serangan satu titik, serangan tersebut dibatasi di beberapa tempat, dimana tidak menyebabkan kerugian yang signifikan, namun mengandung propaganda yang ditujukan ke pemerintah Suriah, yakni niat dari musuh terutama kelompok teroris telah melakukan ribuan misi di Suriah dan menyebabkan kerusakan berat pada bangunan militer dan kota, inilah yang mengharuskan untuk bergantung pada metode yang berbeda-beda dalam penyimpanan dan transportasi senjata.

Kesulitan nyata yang dialami angkatan bersenjata Suriah adalah konfrontasi, dimana tentara tersebar di beberapa daerah yang luas dengan sedikit ada kendala dalam penyebarannya di front selatan, dimana tidak banyak tentara yang bisa melawan konfrontasi defensif terhadap pasukan Zionis, jika konfrontasi berupa perang habis-habisan. Itu sebabnya Suriah tidak memberikan Israel dalih tambahan untuk memulai perang seperti ini  selama serangan tidak melampaui batasan-batasannya.

Marbone menambahkan bahwa Suriah masih membicarakan mengenai konfrontasi, dan saat ini Suriah  masih fokus memerangi terorisme dan tidak bisa bagi Suriah untuk pergi berperang, tidak siap baginya untuk itu, begitu juga sekutunya masih memiliki hak yang sah untuk membahas terkait konfrontasi yang luas mulai dari Yaman ke Irak, Ukraina dan Suriah.

Menurutnya karena kehadiran garis merah Rusia dan China sebagai kekuatan utuh, membuat entitas Zionis dan  Amerika tahu bahwa melanggar perbatasan Suriah bisa membuat konfrontasi dalam tahap serius,  Amerika dan Zionis mampu menargetkan istana Presiden Suriah dan  target-terget lainnya, hanya saja mereka tidak melakukannya karena tahu siapa yang akan membalasnya. Oleh karena itu pemerintah Suriah tenang dan tahu batas-batas serangan dan tujuannya.

Marbone menegaskan bahwa ada alasan terkait dengan dua hal yang saat ini mencegah Suriah untuk membalas serangan itu:

Sebuah kerusakan besar pada sistem radar peringatan dini Suriah, yang dimainkan kelompok teroris adalah peran kunci dalam kehancuran dan di bawah perintah langsung dari entitas Zionis, dan ini bisa mempengaruhi kemampuan pemantauan dan memaksa pimpinan Suriah untuk mengambil tindakan alternatif yang penuh kerahasiaan, baik dalam membangun kembali sistem atau cara kerjanya, tentu yang sekarang berbeda dengan metode sebelumnya. (Baca: Damaskus Tuntut PBB Atas Serangan Israel ke Bandara Militer Suriah)

Keengganan pemerintah Suriah untuk mengambil risiko dalam penggunaan sistem senjata modern untuk tidak membiarkan Zionis mengidentifikasi gelombang aksi pertahanan udara dan metode operasi sistem yang diambil dari pengalaman  pada tahun 1982, ketika  Zionis menyerang akumulator pertahanan udara Suriah di Lembah Bekaa Lebanon, dan untuk tujuan ini sekelompok besar menggunakan alat penipuan dan umpan, tidak akan didapatkan di setiap konfrontasi, dimana tampak jelas bahwa salah satu tujuan dari serangan ini adalah untuk memaksa pertahanan udara Suriah untuk mengaktifkan akumulator yang hanya akan terjadi jika pemerintah Suriah menyadari berada di depan serangan penuh yang tidak dapat ditoleransi atau dibiarkan, ini adalah yang terkait dengan tema mengenai keputusan yang dibincangkan dan diambil oleh Suriah.

Oleh karenanya bagi mereka yang menginginkan segera dilaksanakannya aksi balas, kita berada di hadapan konfontasi yang memerlukan banyak kebijaksanaan dalam berurusan dengan mereka dan itu adalah argumen yang melanggar kedaulatan Suriah, namun ada ribuan pelanggaran telah terjadi melalui penodaan wilayah Suriah oleh kelompok teroris yang menjadi prioritas utama bagi Suriah. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: