Fokus

Ini Penjelasan Polisi Terkait Penetapan Tersangka Ujaran Kebencian SARA Ustadz Zulkifli

Kamis, 18 Januari 2018 – 08.34 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Setelah heboh di jagat maya dan media sosial terkait penetapan tersangka ujaran kebencian berbau SARA oleh Ustadz Zukifli Muhammad Ali. Akhirnya Ustadz Zulfikli Muhammad Ali buka suara, dia (ZMA) menilai kasus ujaran kebencian/SARA yang menjerat dirinya aneh. Menanggapi komentar tersebut, polisi menjelaskan proses hukum di kasus ZMA sudah sesuai prosedur di KUHAP.

Baca: Netizen: Aku Tak Rela Nabiku Dihina dan Dilecehkan oleh Ustadz Abdul Somad

“Kami, penyidik pasti taat dan patuh pada rambu-rambu hukum acara. (Disebut aneh) ya itu hak beliau (ZMA)lah ya. Yang penting semua tindakan yang kita lakukan secara hukum bisa dipertanggungjawabkan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, seperti dilansir detik, Rabu (17/1/2018) malam.

Fadil menggambarkan secara singkat suasana pemeriksaan ZMA saat masih berstatus saksi. Saat itu, lanjut Fadil, polisi terbang ke kediaman ZMA di Sumatera Barat dan pemeriksaan berlangsung lancar hingga ZMA bersedia menandatangani BAP dirinya.

“Kan (polisi) datang (ke kediaman ZMA) silaturahmi, habis itu di-BAP, kan dia tanda tangan BAP. (Polisi) datang pasti kan baik-baik, assalamualaikum, waalaikumsalam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuannya,” terang Fadil.

“Maksudnya kan supaya baik juga buat beliau, dari pada jauh-jauh beliau diperiksa di Jakarta, kita BAP beliau, tanya semua di sana,” sambung Fadil.

Baca: Ceramah Blunder Ustad Abdul Somad yang Hina dan Lecehkan Nabi Muhammad

Pihak Bareskrim mabes Polri menetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA. Polisi menyatakan Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video berdurasi 2 menit.

Ustadz Zulkifli Muhammad, Lc lahir di Pariaman, Sumatera Barat pada 15 November 1974. Dia terkenal sangat berani sekali dalam ceramah-ceramahnya menyerang pemerintah dan NU.

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ini mengatakan bahwa nanti pada tahun 2018 nanti akan banyak kaum muslimin Indonesia yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum Komunis, Cina, Syiah dan Liberal. Tahun depan, lanjutnya, Indonesia akan menjadi negara komunis dan jumlah masyarakat China yang akan dimasukkan ke negara ini akan mencapai ratusan juta orang, sehingga orang Indonesia semua akan diperbudak dan TNI Polri akan disikat habis.

Tak sampai di situ, ia juga menjelek-jelekan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj dengan sebutan sinting. Terakhir, Zulkifli Muhammad Ali ini juga terang-terangan memprovokasi umat Islam untuk berani melawan pemerintahan yang sah saat ini hingga mati. Hal itu dilakukan dengan iming-iming jika mati mereka adalah syahid.

Baca: Wejangan Gus Dur Terbukti ‘Akan Tiba Saatnya Orang yang Tidak Pernah Belajar di Pesantren Dianggap Alim’

Berkaitan dengan kasus itu, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pukul 09.00 WIB nanti. Zulkifli mengaku siap memenuhi panggilan polisi, namun dia merasa kasus yang menjerat dirinya aneh.

“Kalau bagi saya, banyak yang terasa aneh di sini. Awal datangnya bagus, silaturahmi. Ngobrol-ngobrol. Lalu tahu-tahu jadi BAP. Karena saya orang awam, tak tahu seluk-beluk soal ini, dan tak pernah ada kasus, menyambut saja dengan baik. Tapi tahu-tahu langsung BAP tanpa pendampingan kuasa hukum,” kata Zulkifli saat dihubungi detikcom.

“Dan langsung diminta tanda tangan BAP. Kemudian saya minta, ‘Lah ini kalau sudah begini kasusnya, saya minta didampingi saja oleh pengacara.’ Kata mereka, ‘Tak usah, Ustaz. Ini kan baru pemeriksaan saksi. Kami akan usahakan, perjuangkan, kalau Ustaz tak akan naik (statusnya)’,” ungkap dia. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: