Headline News

Ini Komentar Bashar Assad Soal Serangan Israel ke Bandara Damaskus

Jum’at, 28 April 2017

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali mengatakan Zionis Israel memberikan persenjataan dan dukungan logistik pada teroris yang menimbulkan malapetaka di Suriah, dengan mengatakan bahwa buktinya dapat diakses dengan mudah di internet.

Dalam sebuah wawancara dengan siaran televisi Telesur Venezuela pada hari Kamis, Assad mengatakan bahwa peran Tel Aviv dalam perang melawan Suriah mencakup keterlibatannya dalam “agresi langsung” terhadap posisi tentara Suriah dengan menggunakan pesawat tempur, artileri atau rudal.

“Kedua, mereka mendukung teroris dengan dua cara: pertama dengan memberikan dukungan langsung dalam bentuk senjata, dan yang kedua dengan memberikan dukungan logistik, yaitu membiarkan mereka melakukan latihan militer di wilayah yang dikuasainya, serta memberi mereka bantuan medis di rumah sakit Israel,” tambahnya.

Presiden Suriah menekankan bahwa tuduhan terhadap Israel “bukan sekadar klaim atau asumsi.” Sebaliknya, “ini adalah fakta, terverifikasi dan terpublikasikan di internet yang dapat Anda akses dengan mudah sebagai bukti nyata peran Israel dalam mendukung para teroris di Suriah,” katanya.

Israel telah melakukan banyak serangan terhadap posisi pasukan Suriah sejak militansi yang disponsori Barat dan negara-negara Arab meletus pada Maret 2011. Damaskus mengatakan bahwa razia tersebut bertujuan untuk membantu militan Takfiri yang berperang melawan pasukan pemerintah.

Sebelumnya pada hari Kamis, Suriah mengatakan bahwa Israel telah menembakkan beberapa rudal ke sebuah posisi militer di dekat bandara Damaskus, yang memicu ledakan besar.

Teroris memiliki senjata kimia

Di tempat lain dalam sambutannya, Presiden Suriah mengatakan bahwa para teroris telah menggunakan bahan kimia “lebih dari sekali … dan di lebih dari satu wilayah” di Suriah.

Dia menuduh AS telah menghalangi penyelidikan oleh Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) ke dalam serangan kimia yang dicurigai di Suriah, yang oleh Barat disalahkan pada pemerintah Damaskus.

Sedikitnya 87 orang tewas dalam serangan gas kimia yang diklaim di kota Khan Shaykhun, provinsi Idlib, pada 4 April. Damaskus mengatakan insiden tersebut merupakan “rekayasa” untuk membenarkan serangan rudal AS ke pangkalan udara militer Shayrat di provinsi Homs.

“Kami masih bersikeras melakukan penyelidikan, dan kami bersama Rusia dan Iran berusaha meyakinkan OPCW untuk mengirim tim untuk menyelidiki apa yang terjadi, karena jika tidak, Amerika Serikat mungkin akan mengulangi tuduhan yang sama dengan membuat penggunaan Senjata kimia palsu di tempat lain di Suriah untuk membenarkan intervensi militer untuk mendukung para teroris,” kata Assad.

AS sebut Suriah memiliki senjata kimia

Selanjutnya, Presiden Suriah menolak tuduhan Pentagon yang mengklaim bahwa Suriah memiliki senjata kimia, dengan mengatakan bahwa Amerika berbohong untuk kepentingan mereka sendiri.

“Inilah yang menjadi ciri politisi Amerika: mereka berbohong setiap hari, dan mengatakan sesuatu dan melakukan sesuatu yang berbeda,” katanya.

“Itulah mengapa kita tidak boleh mempercayai apa yang dikatakan Pentagon, atau institusi Amerika lainnya, karena mereka mengatakan hal-hal yang melayani kebijakan mereka, bukan hal-hal yang mencerminkan kenyataan dan fakta di lapangan,” tambahnya.

Assad juga menekankan bahwa Barat membuat perbedaan antara teroris moderat dan ekstrimis hanya untuk agenda politiknya sendiri.

“Amerika Serikat dan semua pihak yang melayani agenda politiknya dengan melawan negara-negara lain diklasifikasikan sebagai oposisi moderat dan bukan sebagai ekstrimis atau teroris, bahkan jika mereka melakukan tindakan terorisme terburuk sekalipun,” katanya.

Ketika ditanya mengenai inisiatif Suriah untuk mengakhiri konflik yang mencengkeram negara tersebut, Assad mengatakan Damaskus mengikuti jalan tempur dan politik.

“Kami mengatakan bahwa ada dua sumbu: yang pertama adalah melawan para teroris …. Sisi lain adalah jalur politik, yang mencakup dua hal: pertama, berdialog dengan kekuatan politik yang berbeda mengenai masa depan Suriah. Kkedua: rekonsiliasi lokal,” tambahnya. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: