Fokus

Ini Alasan Prof Mahfud MD Tolak Pinangan Gerindra, PKS dan PAN di Pilgub Jatim

Sabtu, 06 Januari 2018 – 13.36 wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berniat mengusung Zanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur. Namun, putri Abdurrahman Wahid itu menolak untuk dipinang.

Baca: MAKJLEB! Yenni Wahid Tolak Pinangan Prabowo untuk Maju di Pilgub Jatim

Ternyata, sebelum melirik Yenny Wahid, tiga partai terlebih dahulu melirik nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Mahfud menceritakan proses dirinya yang diminati oleh tiga partai tersebut. Pada awal November, Mahfud MD bercerita Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengutus Sekjen Ahmad Muzani untuk menemuinya menyampaikan tawaran untuk maju sebagai bakal calon gubernur, seperti dilansir Merdeka.

Dalam akun twitternya Mahfud MD juga menjelaskan, “Benar, tapi saya dihubungi sebelum Yenny dihubungi. Tepatnya sejak 6 November lalu saya sdh dihubungi tapi saya menolak. Nolaknya bukan nolak mentah2 tapi nolak matang2. Tak perlu apresiasi utk saya krn penolakan itu. Menolak kan biasa saja”.

“Pak Prabowo awalnya telepon saya, tapi enggak nyambung karena saya sedang live di televisi. Baru tiga hari kemudian mengutus Ahmad Muzani dan dua pimpinan Gerindra meminta saya jadi cagub alternatif,” kata Mahfud Sabtu (6/1).

Baca: FINAL! PKB-PDIP Usung Gus Ipul dan Bupati Banyuwangi Maju Pilgub Jatim

Tak berselang lama didatangi oleh petinggi Gerindra, Mahfud mengaku didatangi lagi oleh petinggi PAN untuk menawarkan maju sebagai calon alternatif menantang Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indra Parawansa. Dia didatangi oleh Wakil Ketua Umum PAN Didik Rachbini dan Ketua Bappilu PAN Viva Yoga Mauladi.

“Itu terjadi saat awal November. Saya juga sempat bertemu Zulkifli Hasan (Ketum PAN),” ujar Mahfud.

Setelah didatangi oleh Gerindra dan PAN, Mahfud bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Dalam pertemuan, lagi-lagi pria asal Madura ini ditawarkan untuk maju Pilgub Jawa Timur. Saat bertemu dengan tiga partai tersebut, Mahfud menyampaikan tak bersedia maju. Alasannya, tak minat. Dia juga menyebutkan calon yang ada yaitu Syaifullah Yusuf dan Khofifah merupakan dua sosok yang sudah bagus untuk dipilih masyarakat Jawa Timur.

“Menurut saya calon yang sudah ada Syaifullah dan Khofifah sudah teruji dan punya kapasitas. Dua-duanya anak Jawa Timur dan sama-sama akar rumput nahdliyin basis Jawa Timur. Saya hanya itu saja yang saya sampaikan, ketika ditanya alasan kenapa tidak bersedia? Ya engak perlu bersedia. Memang tidak berminat,” ujar Mahfud yang menambahkan pula didorong oleh sekelompok masyarakat di Jatim untuk maju Pilgub ini.

Baca: FINAL! Demokrat Usung Khofifah dan Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018

Mahfud MD mengatakan dirinya juga sempat menceritakan dirinya yang ditawari untuk diusung oleh Gerindra, PKS dan PAN ke kandidat bakal calon gubernur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa. Saat mengetahui hal tersebut, Mahfud bercerita Khofifah bergurau saat tahu dirinya ditawari maju Pilgub Jawa Timur.

“Khofifah bergurau ‘Kalau pak Mahfud maju ya saya enggak maju,” ujar Mahfud mengulang gurauan Menteri Sosial tersebut. Sementara, Mahfud juga bercerita tentang dirinya yang ditawari maju ke Gus Ipul. Berbeda dengan Khofifah, Mahfud mengatakan Gus Ipul merespon biasa saja saat dirinya bercerita tentang pinangan dari tiga partai.

“Gus Ipul biasa saja. Saya sampaikan saya enggak minat. Mereka ini kan seperti adek saya ya,” kata Mahfud yang enggan menjawab saat ditanya siapa yang akan didukungnya di Pilgub ini. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: