Fokus

Inggris Remehkan Dukungan Kepada Bashar Assad

Presiden Suriah Bashar Assad

NEW YORK – Meskipun banyak politisi dalam pemerintahan Inggris yang berkuasa telah menyatakan oposisi terhadap Presiden Suriah Bashar Assad, dengan beberapa mendukung peran Inggris dalam serangan pimpinan AS terhadap Suriah pada 13 April lalu, dan beberapa anggota oposisi, termasuk pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn dan anggota kabinet bayangannya, telah menyerukan untuk menahan diri, seperti dilansir SputnikNews.

Baca: Assad: Pisahkan Nasionalisme & Agama Adalah Cara Barat dan Teroris Hancurkan Sebuah Negara

Menteri Luar Negeri Inggris Shadow Emily Thornberry mengatakan kepada majalah Prospect pada hari Rabu bahwa Barat meremehkan tingkat dukungan yang dinikmati Presiden Assad di Suriah dan menyarankan bahwa pasukan oposisi telah membesar-besarkan oposisi domestik kepada pemerintah Suriah.

“Ada argumen bahwa jika (Presiden Suriah Bashar Assad) sangat tidak populer seperti yang dikatakan para pemberontak ke barat pada awalnya, maka dia tidak akan ada di sana. Saya pikir ada kedalaman dan luasnya dukungan untuk Assad yang telah diremehkan,” kata sekretaris bayangan Inggris itu kepada majalah Prospect pada 16 Mei.

Baca: Bashar Assad: Saya Bukan Boneka Kremlin Seperti Tuduhan Barat

Shadow FM Thornberry melanjutkan dengan bersikeras bahwa semua pasukan asing harus meninggalkan Suriah. “Mereka tidak berjuang demi rakyat Suriah. Siapapun dari mereka. Arab Saudi, Israel, Turki, Amerika, Inggris”. Dia melanjutkan dengan menambahkan Rusia ke dalam daftar.

Ketika ditanya tentang voting Rusia atas resolusi PBB, dia menunjuk negara lain yang juga telah memblokir banyak resolusi dan mengatakan itu adalah sifat politik internasional. “Orang-orang akan selalu memblokir resolusi. Jika Anda melihat jumlah resolusi yang telah diblokir Amerika, maksud saya itulah cara politik,” kata Thornberry.

Baca: Isu Sektarian Senjata Ampuh Barat-Arab Saudi Hancurkan Suriah dan Assad

Menteri luar negeri bayangan Inggris melanjutkan dengan mengatakan bahwa Inggris harus mendukung proses perdamaian yang menghasilkan hasil, apakah itu proses Astana, Jenewa atau Sochi. “Saya pikir kita harus bekerja dengan siapapun yang berhasil, demi anak-anak Suriah. Semua ini tidak revolusioner,” tambahnya.

Meskipun agresi tripartit oleh AS, Inggris dan Perancis melawan tentara Suriah dan personil militer lainnya di Suriah pada bulan lalu, pasukan pemerintah terus maju melawan teroris di seluruh negeri dan setelah mereka menyapu bersih ISIS dari selatan Damaskus, mereka cenderung membidik Deraa atau Idlib.

Pada topik intervensi militer terhadap Damaskus, Menlu Emily Thornberry memperingatkan bahwa hal itu bisa semakin mengacaukan Suriah, mengutip Libya sebagai contoh. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: