Headline News

Inggris Bertanggung Jawab Krisis Kelaparan Parah di Yaman

Jum’at, 24 Februari 2017 – 10.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Menteri Pembangunan dan mantan anggota Parlemen Inggris, mengarahkan kritikan tajam terhadap pemerintahan, karena telah mendukung agresi Saudi-Amerika di Yaman, dan menganggap bahwa partisipasi negaranya dalam penghancuran Yaman akan merugikan Inggris di masa mendatang. Pada saat yang sama ia menegaskan bahwa pemerintahnya mendukung tikus Hadi (mantan presiden Yaman yang buron ke Arab Saudi setelah meletakkan jabatan) yang mengatakan dia tidak menikmati dukungannya di Yaman, setelah kembali dari kunjungannya pertama ke ibukota Yaman, Sana’a, beberapa hari lalu. (Baca: Setelah Saudi, UEA Beli Senjata Senilai 1,2 Miliar Dolar AS Untuk Sikat Yaman)

Inggris meningkatkan kemungkinan serangan teroris di wilayahnya jika pemerintah tidak lagi menganggap politiknya “bermasalah” di Yaman.

Menurut koran Inggris Daily Telegraph, Andrew Mitchell mengatakan dalam sebuah wawancara setelah kembali dari Yaman, bahwa dukungan Inggris pada koalisi yang dipmpin Arab Saudi “akan melahirkan generasi terorisme lainnya” dan menyebabkan “ancaman bagi Inggris dan Eropa”. (Baca: Zionis Israel Dukung Agresi Bengis Arab Saudi di Yaman)

Mitchell yang merupakan satu-satunya politisi Inggris, yang mengunjungi Yaman selama dua tahun terakhir, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah menjual senjata kepada aliansi pimpinan Arab Saudi, pada saat yang sama memberikan bantuan dana jutaan pound, ini semua dianggap bertentangan dan tidak konsisten.”

Dia mengatakan kepada Daily Telegraph bahwa Inggris sangat  beresiko menjadi “mitra dalam penghancuran negara yang berdaulat,” dan ia memperingatkan bahwa para pemuda di Yaman beresiko menciptakan “ekstremisme” melawan Inggris.

Surat kabar Inggris mengatakan bahwa sejak awal agresi terhadap Yaman, Inggris memberikan lisensi senilai 3,3 miliar pound untuk penjualan senjata kepada sekutunya, Arab Saudi, termasuk 2,2 miliar pound untuk pesawat dan helikopter serta drone. (Baca: The Guardian: Tangan Inggris Berlumuran Darah Warga Yaman)

Dari kantornya di London, Mitchell mengatakan: “Pemerintah perlu berpikir secara mendalam tentang masa depan politik kita. Yaman dilanda kelaparan akut dan Inggris adalah bagian dari aliansi yang ikut andil dalam blokade yang diberlakukan di negeri miskin itu, baik darat, laut maupun udara.”

Ia juga mengatakan “Orang-orang merasa kaget tentang apa yang terjadi dan kita mengobarkan kebencian pada generasi ini, terutama pada generasi berikutnya.”

Mitchell menganggap “Tidak ada kesempatan bagi koalisi untuk menang di Yaman, dimana selalu ada kekejaman setiap harinya, sebagaimana kesempatan Inggris untuk mengembalikan kebijakannya akan tertutup.”

Pada akhir sambutannya Mitchell mengejek mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi karena popularitasnya yang kurang di Yaman dan mengkritik dukungan pemerintah dengan mengatakan, “Kami mendukung Hadi, yang tidak mendapat dukungan di Yaman, seakan-akan dia adalah satu-satunya yang saya lihat melakukan kunjungan resmi ke negaranya sendiri” sambil menunjukkan berita yang membicarakan Mansyoer Hadi dalam kunjungannya ke Aden, dimana media agresi dan tentara bayaran menggambarkannya sebagai kunjungan resmi yang berlangsung beberapa hari. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: