Fokus

Indosat Pecat Pegawai yang Anti NKRI

Senin, 05 Juni 2017 – 22.55 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Aksi Boikot Indosat memang belum selesai, tapi sudah keluar surat peryantaan dari Management Indosat, hal ini merupakan langkah yang sangat tepat, mereka mempunyai hak itu dan mereka hanya menjalankan apa yang tertulis dari PKB (perjanjian kerja bersama), simak jawaban tegas yang membuat Aksi Boikot Indosat bakalan percuma gaungnya, padahal aksi bakar bakar kartu yang baru dibeli sudah ada.. simak.

Hashtag #BoikotIndosat mendadak muncul di lini massa Twitter. Ini berawal dari pernyataan seorang pegawai di Facebook mengenai rezim di Indonesia. (Baca: Ketum GP Ansor NU: Jangan Diam dan Takut pada Kelompok Anti NKRI)

Rangkaian peristiwa yang memicu seruan itu bermula dari posting-an seseorang berinisial RMF di laman Facebook miliknya. Dia mem-posting pernyataan mengenai rezim kekuasaan yang paling busuk di Indonesia. Dia juga berharap orang-orang yang berkuasa dapat diadili karena mengkriminalisasi ulama.

Kemudian ada sejumlah netizen yang mempersoalkan postingan tersebut. Ada netizen yang membuka identitas RMF, termasuk tempat kerjanya di Indosat.

Dari situ, beberapa netizen bertanya dan ada pula yang mendesak CEO Indosat Alexander Rusli memproses RMF karena postingan yang dianggap di luar batas. Alexander Rusli lantas angkat bicara melalui akun Twitter-nya.

“Bukan hoax Pak. Langkah sudah diambil. Spt yg disampaikan terpisah kami tdk tolerir staf yg terbukti tdk sejalan dgn negara dan pemerintah,” demikian pernyataan Alexander melalui akun @alexanderrusli pada Sabtu (3/6/2017) lalu.

“Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI,” kata Alexander di bagian lain Twitter-nya pada Jumat (2/6).

Jawaban Alexander ini lantas memicu ‘diskusi’ ke arah lain. Banyak yang tidak setuju dan mengecam kicauan Alexander tersebut. Imbasnya, muncul seruan memboikot Indosat dengan tagar #BoikotIndosat.

detikcom mencoba meminta tanggapan terkait dengan seruan di Twitter ini ke Head of Corporate Communications Group of Indosat Ooredoo Deva Rachman. Ia meminta redaksi mengutip pernyataan resmi Indosat. (Baca: Ketua Ponpes Al-Majidiyah Minta MUI Bubarkan Aliran Sesat Salafi Wahabi yang Anti NKRI)

“Terkait hal itu, kami sudah memberikan pernyataan resmi di website Indosat,” kata Deva.

Berikut ini pernyataan Indosat itu:

Pernyataan Indosat Ooredoo terkait Penyampaian Pendapat secara Bijaksana

Indosat Ooredoo adalah perusahaan yang selalu mentaati seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Secara internal perusahaan juga konsisten menerapkan good corporate governance di dalam kegiatan bisnisnya.

Indosat Ooredoo berdiri di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat dan mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan pembangunannya melalui medium teknologi dan komunikasi sesuai dengan UUD 45, Pancasila dan hukum serta perundangan yang berlaku.

Perusahaan menghargai hak setiap pegawai dalam berpendapat, maupun menyalurkan aspirasi politik. Setiap pendapat pribadi dan aspirasi politik pegawai, merupakan tanggung jawab dan hak pribadi masing-masing, termasuk pengungkapan dan penyebarannya di sosial media namun patut diketahui bahwa hal tersebut harus sesuai dengan etika, peraturan dan perundangan yang berlaku serta mendukung persatuan masyarakat dan berbangsa. (Baca: Inilah Misteri Kelompok Khilafah Anti NKRI Serang Densus 88 dan NU)

Penyampaian pendapat dan aspirasi politik oleh pegawai Indosat Ooredoo di sosial media, merupakan hak dan tanggungjawab individu bersangkutan, serta TIDAK ada kaitannya dengan sikap perusahaan. Indosat Ooredoo memiliki mekanisme internal yang secara tegas menghimbau seluruh pegawai agar senantiasa bijak dalam menggunakan sosial media.

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan pedoman internal perusahaan secara tegas melarang pegawai untuk menyebarkan konten atau informasi yang bersifat provokatif atau menghasut. Pegawai Indosat Ooredoo juga tidak diperbolehkan mengatasnamakan perusahaan dan memakai atribut perusahaan dalam bentuk apapun saat mengemukakan opini pribadi di sosial media, maupun pada saat melakukan kegiatan politik.

Perusahaan juga secara aktif dan berkala mengingatkan pegawainya terhadap peraturan-peraturan dan himbauan perusahaan terkait hal ini. (SFA)

Su,ber: Infomenia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: