Fokus

Indonesia dan Eropa Kompak Dukung Status Quo Yerusalem

Menlu Retno: Kecaman dan Keprihatinan Tidak Ada Artinya Tanpa Langkah Nyata

Selasa, 12 Desember 2017 – 07.46 WIb,

SALAFYNEWS.COM, YORDANIA – Keputusan super konyol Trump yang mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel mendapat kecaman dari seluruh dunia, karena hal itu akan mengakibatkan kegaduhan yang luar biasa sekali.

Baca: Perjuangkan Palestina, Menlu Retno Kunjungi Yordania, Istanbul dan Temui Uni Eropa

Palestina tidak sendirian dalam memperjuangkan Yerusalem. Dukungan terus mengalir dari berbagai penjuru dunia setelah Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017 yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Kecaman terhadap pengakuan tersebut terus berdatangan bagi AS dan juga Presiden Donald Trump. Namun, kecaman dan keprihatinan tidak ada artinya tanpa langkah nyata. Hal itu dipahami benar oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi.

Baca: Presiden Jokowi: Kami dan Rakyat Indonesia Akan Selalu Perjuangkan Palestina

Diplomat kelahiran Semarang itu bertolak menuju Amman, Yordania, pada Minggu 10 Desember guna membahas persiapan KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar 13 Desember mendatang di Istanbul, Turki. Isu Yerusalem menjadi fokus utama dalam KTT Luar Biasa tersebut.

Dalam kunjungan ke Amman, Menlu Retno Marsudi berjumpa dengan Menlu Yordania, Ayman Safadi. Ia mengajak Yordania agar memperkuat perjuangan diplomasi, baik secara bilateral maupun unilateral, untuk mencegah negara lain mengikuti jejak AS mengakui Yerusalem atau memindahkan kedutaan.

“Pernyataan unilateral Amerika Serikat mengenai status Yerusalem tidak akan mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Menlu Retno sebagaimana dikutip dari keterangan pers yang diterima Okezone, Selasa (12/12/2017).

Baca: Jokowi Dongkol, Palestina Harus Merdeka, Itu Harga Mati

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu juga mendorong Yordania agar mengambil langkah guna meyakinkan negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk melakukannya. Kepada Menlu Safadi, Menlu Retno menyampaikan bahwa masyarakat internasional harus terus berpegang kepada status quo Yerusalem yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dukungan akan konsensus internasional terkait Yerusalem tersebut juga disampaikan Kepala Urusan Politik Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini. Perempuan asal Italia itu bahkan menyampaikan dukungan tersebut di hadapan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Mogherini menyampaikan, Uni Eropa berkomitmen penuh mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota baik bagi Israel maupun negara merdeka Palestina. Sebagaimana diketahui, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika kelak merdeka, sementara Israel mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota yang resmi.

Mantan Menteri Luar Negeri Italia itu menegaskan bahwa UE tidak akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagaimana yang dilakukan Negeri Paman Sam. UE memilih untuk melanjutkan konsensus internasional terkait status Yerusalem.

 “UE dan negara-negara anggota akan terus menghormati konsensus internasional Yerusalem hingga status final kota suci itu tercapai, lewat negosiasi langsung antara kedua belah pihak,” ujar Federica Mogherini.

Namun, Benjamin Netanyahu justru menyatakan bahwa keputusan AS adalah sebuah pengakuan terhadap realita. Sebelumnya, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ketua Partai Likud itu mengeluarkan pernyataan yang sama. Netanyahu menyatakan bahwa Palestina harus menerima fakta pahit bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel secara historis. (SFA)

Sumber: Media Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: