Headline News

ICRC: Wabah Kolera di Yaman Lebih dari 300.000 Kasus

Selasa, 11 Juli 2017 – 08.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Palang Merah Internasional mengatakan jumlah kasus kolera yang dicurigai di Yaman kini telah melampaui 300.000 orang di tengah kekhawatiran akan wabah penyakit dan ancaman kelaparan yang menjulang di negara miskin yang dilanda perang tersebut.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) membuat pengumuman tersebut pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa epidemi kolera “lepas kendali” sejak meletus pada bulan April.

“Hari ini, lebih dari 300.000 orang terjangkit penyakit itu. Lebih dari 1.600 telah meninggal,” institusi yang berbasis di Jenewa tersebut mencatat dalan akun Twitter-nya.

Kepala operasi ICRC untuk Timur Tengah, Robert Mardini, mengatakan sekitar 7.000 kasus kolera baru tercatat setiap hari di ibu kota Yaman, Sana’a, dan tiga wilayah lainnya.

Pengumuman tersebut diumumkan dua hari setelah mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, menyebut Arab Saudi sengaja menyebarkan virus kolera di Yaman, Al-Masirah melaporkan.

Saluran berita Arab Saudi hari ini juga mengutip statmen Saleh yang mengatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi berada di balik penyebaran penyakit yang sangat menular melalui penggunaan senjata yang dilarang secara internasional.

Kolera adalah infeksi diare akut yang menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hal ini dapat diobati secara efektif dengan penggantian cairan dan garam yang hilang, namun tanpa perawatan bisa berakibat fatal.

Infeksi kolera pertama kali menjadi epidemi di Yaman pada Oktober lalu dan menyebar hingga Desember, kemudian menyusut. Namun wabah kedua dimulai kembali pada 27 April.

Kampanye Saudi yang sedang berlangsung melawan Yaman telah menghancurkan sektor kesehatan negara tersebut, sehingga sulit menghadapi epidemi ini.

Lebih dari dua tahun perang dan konflik telah secara signifikan mengurangi kemampuan layanan kesehatan masyarakat Yaman. Semua layanan rumah sakit dan klinik sekarang terbebani oleh epidemi karena kekurangan obat-obatan, peralatan dan staf.

Hampir 3,3 juta orang Yaman, termasuk 2,1 juta anak-anak, saat ini menderita malnutrisi akut. Perang yang dipimpin Saudi melawan Yaman telah menyebabkan lebih banyak pasien meninggal karena kekurangan obat-obatan.

Organisasi internasional, termasuk PBB dan Palang Merah Internasional, mengatakan bahwa agresi Saudi dan embargo yang mereka berlakukan bertanggung jawab atas epidemi kolera.

Program Pangan Dunia PBB telah menggambarkan situasi di Yaman sebagai “krisis kemanusiaan terbesar yang terjadi di dunia saat ini.” (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: