Headline News

Ibadah Haji Adalah Alat Politik Saudi untuk Peras Umat Islam

Selasa, 22 Agustus 2017 – 10.12 Wib,

SALAFYNEWS.COM, INGGRIS – Situs Middle East Eye Inggris telah menuduh Arab Saudi menggunakan ibadah haji sebagai “alat politik” untuk memeras umat Islam. Situs ini mengatakan bahwa Riyadh telah menciptakan pasar gelap global untuk visa haji yang sangat tidak adil. (Baca: Kerajaan Saudi dan Amerikaisasi Kota Suci Umat Islam)

Sebelumnya, Qatar juga menuding pemerintah Arab Saudi menggunakan ibadah haji sebagai alat politik, setelah Riyadh memberlakukan sejumlah batasan terhadap jamaah haji asal Qatar yang akan memasuki kota suci Mekkah. Riyadh dituduh menggunakan ibadah haji untuk menerapkan tekanan politik terhadap Qatar.

Sebagaimana yang diketahui, setiap ada konflik dan ketegangan dengan negara lain, Kerajaan Arab Saudi akan mencabut kesempatan untuk berhaji dari warga negara terkait. Meskipun Al Saud menganggap dirinya sebagai pelayan dua tempat suci, tapi mereka selalu memanfaatkan keistimewaan ini sebagai alat politik untuk menekan pihak lain. Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi melarang warga Iran, Suriah, dan Yaman dari menunaikan ibadah haji, dan beberapa waktu lalu mereka ingin membatasi kewajiban agama ini dari warga Qatar. (Baca: Krisis Timur Tengah, Saudi Larang Warga Muslim Qatar Beribadah Haji)

Selain itu, situs ini menyebutkan dalam laporannya bahwa “Arab Saudi sebagai negara yang bertanggung jawab atas dua kota suci umat Islam, Mekah dan Madinah, setiap tahun mengorganisasi ibadah haji yang merupakan salah satu dari lima pilar dalam Islam, sudah selayaknya Kerajaan Arab Saudi membuat jatah visa haji lebih transparan, untuk memastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya dan lebih adil, Situs ini mengatakan bahwa “banyak muslim di negara mereka yang memilih pasar gelap untuk mendapatkan visa haji”. (Baca: Kerajaan Saudi dan Amerikaisasi Kota Suci Umat Islam)

Situs ini juga mengatakan bahwa “pemerintah Saudi telah mempolitisasi haji, menciptakan pasar gelap global untuk penjualan visa, aksi spesialisasi di beberapa negara  dan dikelilingi dugaan kecurangan dan ketidak adilan terhadap jemaah haji yang miskin”. (Baca: Tragedi Mina, Konspirasi Intellijen Zionis Mossad dan Saudi Culik Petinggi IRGC)

Beberapa pengamat menyebutkan berdasarkan laporan tersebut bahwa “kouta haji adalah alat bagi Riyadh untuk mempengaruhi umat Islam di seluruh dunia”. Para pengamat ini mengatakan bahwa “penguasa-penguasa Saudi telah menggunakan haji sebagai alat politik setelah menguasai tempat-tempat suci pada awal tahun 1920 an”. (SFA)

Sumber: AlMaalomah

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: