Fokus

HTI PEMBERONTAK?

Senin, 08 Mei 2017 – 01.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JOMBANG – Ketua MUI Jombang yang juga Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan, Selasa (2/5/2017) menjelaskan bahwa dirinya memang sempat menghadiri acara peresmian kantor HTI Jombang. ’’Tapi disitu sama sekali saya tidak menyinggung tentang meraih kekuasaan,’’ ujarnya. (Baca: Zainul Muttaqin Semprot HTI, Tak Punya Khalifah Kok Mau Dirikan Negara Khilafah)

Beliau justru menyampaikan pentingnya membangun keluarga yang baik. Keluarga yang islami. ’’Sebab keluarga adalah inti masyarakat,’’ tegasnya. Dari keluarga yang baik, akan tercipta lingkungan yang baik. Selanjutnya akan tercipta desa yang baik. Seterusnya akan tercipta kota dan negara yang baik. ’’Tanpa khilafah pun, kalau semua keluarga sudah baik, masyarakat pun akan baik. Kalau semua keluarga sudah islami, maka tatanan Islam secara otomatis akan berjalan di tengah masyarakat, bangsa dan negara,’’ ujarnya.

Hal itulah yang selama ini diperjuangankan NU. ’’NU memperjuangkan subtansi, bukan label,’’ tambahnya. (Baca: “Tamparan Keras” Ahmed Zein Mottaqien kepada HTI)

Kiai Cholil tidak sepakat dengan pandangan HTI bahwa ketika khilafah terwujud, maka semua masalah akan selesai. Ketika khilafah berdiri, kemunkaran dan kemaksiatan akan sirna. ’’Buktinya, pada zaman kekhalifahan yang paling utama yakni khulafaur rosyidin, justru khalifah Umar, Ustman dan Ali terbunuh. Ini berarti walaupun khilafah berdiri, pembunuhan masih ada,’’ tuturnya.

Pada masa kekhalifahan terdahulu, orang kafir dan munafiq selalu ada. ’’Di semua kelompok termasuk di HTI, pasti ada munafiknya,’’ urainya.

Beliau lalu menjelaskan QS Alhujurat 13. Bahwasanya Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. ’’Ini menunjukkan bahwa tidak mungkin menyatukan semua bangsa dalam satu kekhalifahan,’’ tuturnya. Sekarang ini saja, walaupun banyak negara menganut demokrasi, namun penerapannya tak ada yang sama. (Baca: Video Gus Sholah Semprot HTI, Mendirikan Khilafah Akan Hancurkan Negara)

Yang beliau khawatirkan, kedepan, HTI justru akan menjadi gerakan pemberontak. Karena merebut kekuasaan dengan jalan non konstitusional. ’’Di negara-negara lain seperti Syria, Mesir dan Lebanon, HTI dilarang karena makar,’’ tuturnya.

Senada dengan hal ini, Ketua Rijalul Ansor Jombang yang juga Pengasuh PP Al Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, KH Latif Malik LC, (1/5/2017), mengungkapkan potensi HTI menjadi gerakan pemberontak.

’’Untuk mewujudkan khilafah hanya ada dua cara. Evolusi dengan menjadikan HTI sebagai partai. Atau revolusi dengan cara melakukan pemberontakan,’’ tegasnya. (Baca: DELUSI NEGARA KHILAFAH)

Sampai sekarang, HTI tidak mau menjadi partai. Sehingga sangat berpeluang melakukan yang kedua. Untuk ini, potensinya memang ada.

Pertama, kantor pusat HTI berada di London Inggris. Tidak sulit bagi mereka untuk cari sponsor senjata.

Kedua, orang-orang HTI di banyak grup yang saya ikuti, gemar mengeluarkan ujaran kebencian.

Benci, dicekeli senjata.

Kiai Cholil mengingatkan akan bahayanya hal tersebut. ’’Keinginan yang sangat besar, cenderung menabrak-nabrak.’’ (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: