Headline News

HRW Peringatkan Penangkapan di Saudi Adalah Politik Kekuasaan Bin Salman

Kamis, 09 November 2017 – 06.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Human Rights Watch telah menyuarakan keprihatinan serius atas gelombang penangkapan baru-baru ini di Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa penahanan para bangsawan dan pengusaha terkemuka dengan dalih memerangi korupsi sebenarnya bisa menjadi kasus politik internal.

Baca: Mohammed Bin Salman Tangkap 11 Pangeran dan 4 Menteri Arab Saudi

Sarah Leah Whitson, direktur HRW di Timur Tengah, mengatakan pada hari Rabu bahwa penangkapan massal para pangeran, menteri aktif dan mantan pejabat pemerintah serta pengusaha terkemuka oleh pemerintah Saudi menimbulkan masalah hak asasi manusia.

“Sementara media Saudi membingkai tindakan Mohammed bin Salman dengan memerangi para koruptor, penangkapan massal tersebut mengindikasikan bahwa ini tentang politik kekuasaan internal,” kata Whitson. Pejabat HRW juga menuntut agar pemerintah Saudi segera mengungkapkan dasar hukum dan pembuktian untuk setiap kasus penahanan.

“Pembentukan badan korupsi baru-baru ini dan penangkapan massal atas kasus-kasus korupsi menimbulkan kekhawatiran bahwa otoritas Saudi menahan orang secara massal tanpa memiliki alat bukti dan dasar penahanan.”

Baca: Apa Dibalik Kekacauan Minggu Ini di Arab Saudi?

“Sangat bagus bahwa pihak berwenang Saudi menyatakan bahwa mereka ingin memerangi korupsi, namun cara yang tepat untuk melakukannya adalah melalui penyelidikan peradilan yang cermat terhadap tindakan pelanggaran yang sebenarnya, bukan penangkapan massal sensasional di sebuah hotel mewah,” kata pejabat HRW.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Saudi menangkap puluhan pengusaha dan politisi. Putra Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan penangkapan setelah dia menjadi pimpinan Komite Anti Korupsi yang dibentuk pada hari sebelumnya.

Mereka yang ditahan termasuk miliarder Pangeran al-Waleed bin Talal dan kepala national guard, Pangeran Miteb bin Abdullah.

Riyadh telah membela penangkapan tersebut sebagai tindakan hukum, dengan mengatakan bahwa para tersangka telah diselidiki secara ekstensif.

Orang-orang yang ditahan menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, pemerasan dan penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi.

Baca: Mohammed bin Salman Semakin ‘Menggila’ di Kerajaan Arab Saudi

Pihak berwenang Saudi telah memperingatkan bahwa aset yang terkait dengan kasus korupsi akan disita sebagai milik negara.

Selama tahun lalu, putra mahkota telah menjadi pembuat keputusan utama untuk kebijakan militer, politik luar negeri, ekonomi, dan sosial, hingga membuat marah beberapa bangsawan yang frustrasi karena kenaikannya yang tidak ortodoks dan cepat.

Analis politik mengatakan pembersihan oleh putra mahkota berusia 32 tahun itu, adalah sebuah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Saudi baru-baru ini.

Baca: Pangeran Turki Bin Bandar Buka-Bukaan Soal Raja Salman dan Para Pangeran Saudi

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan dukungannya atas tindakan keras Saudi, dengan mengatakan beberapa dari mereka yang ditangkap telah “memerah susu negara mereka selama bertahun-tahun”. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: