Headline News

HRW Kecam Lemotnya PBB Tanggapi Situasi Kemanusiaan di Yaman

Kamis, 14 September 2017 – 06.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Human Rights Watch mengecam PBB karena kelambanannya (Lemot) dalam menghadapi situasi kemanusiaan di Yaman yang terus memburuk karena agresi brutal Saudi.

Baca: Inilah Ambisi Kotor AS dalam Perang Yaman

“Yaman adalah bencana kemanusiaan dengan proporsi yang sangat nyata,” kata kepala Human Rights Watch Kenneth Roth pada hari Rabu. “Apa yang mencolok bagi saya adalah ketidakcocokan antara tingkat parahnya bencana dan kelemahan tanggapan Dewan HAM PBB” sejauh ini, tambahnya.

“Apa yang semua orang tahu adalah situasi hari ini sangat mengerikan daripada saat terakhir Dewan Hak Asasi Manusia menangani masalah ini. Bukan hanya bahwa lebih banyak warga sipil yang terbunuh setiap hari oleh pemboman koalisi Saudi, namun juga ada kelaparan yang meluas, ada keresahan pangan yang meluas, ada epidemi kolera besar hari ini – yang terbesar di dunia. Tak satu pun hadir pada skala ini saat terakhir Dewan Hak Asasi Manusia melihat masalah ini, dan saya harap tidak ada yang bisa berpaling dari penderitaan manusia yang begitu parah,” tambahnya.

Baca: Perang Yaman Kutukan Bagi Dinasti Kerajaan Saudi

Awal pekan ini, HRW juga mengecam koalisi yang dipimpin Saudi karena penolakannya untuk memberikan informasi mengenai perannya dalam serangan udara yang tidak sah melawan Yaman dalam upaya untuk menghindari pertanggungjawaban hukum internasional.

Pada hari Senin, kepala hak asasi manusia PBB meminta penyelidikan mendesak atas serangan udara Arab Saudi terhadap warga sipil di Yaman.

Zeid Ra’ad al-Hussein menyampaikan ucapan tersebut dalam sebuah pidato ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa setelah badan global tersebut menghubungkan lebih dari 5.000 kematian warga sipil atas serangan udara Saudi.

Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’

Arab Saudi bersama dengan sekutunya telah membombardir Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia rezim Riyadh. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: