Headline News

Houthi: Kampanye Anti-Teror Siasat Busuk AS untuk Kendalikan Timur Tengah

Jum’at, 21 Juli 2017 – 07.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman mengecam kampanye Washington yang diklaim melawan terorisme, yang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol penuh atas negara-negara Timur Tengah, dan untuk mencapai tujuan mereka disana.

Menghadapi para pendukungnya melalui sebuah pidato di televisi dari kota Sa’ada di barat laut Yaman, pada hari Kamis sore, Abdul Malik Badreddin al-Houthi menyatakan bahwa Amerika Serikat berusaha untuk memberikan pukulan kepada negara-negara regional atas nama perang melawan teror. (Baca: Inilah Serangan Paling Brutal dan Biadab Saudi-Amerika di Yaman)

Dia menambahkan bahwa AS bertekad menargetkan mereka yang berjuang untuk memecahkan hegemoni Washington di Yaman, Suriah dan tempat lain di Timur Tengah.

Houthi mengatakan bahwa Amerika Serikat memerintahkan negara-negara regional tertentu, khususnya Arab Saudi, untuk meluncurkan serangan terhadap Yaman ketika kelompok teror al-Qaeda berada pada nafas terakhirnya.

“Meskipun semua perang regional, gerakan dan krisis yang menghasut sesuai dengan kepentingan AS dan Israel, Washington berpura-pura seolah tidak memiliki peran dalam kemunculan mereka,” komentar Houthi. (Baca: Sunnah-Syiah Yaman Bersatu Kutuk Penindasan Rezim Israel, Amerika, Saudi)

Pemimpin Ansarullah juga memperingatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tentang dampak dari perkembangan yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki, terutama peningkatan langkah-langkah keamanan yang dilakukan oleh militer Israel di kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki, yang menekankan bahwa usaha mereka untuk Menormalkan hubungan diplomatik dengan rezim Tel Aviv akan mengakreditasi Zionis.

Houthi lebih lanjut terkait soal tawaran AS untuk memisahkan Yaman dan Suriah, memperingatkan bahwa negara-negara regional lainnya akan menjadi mangsa jika plot destruktif berjalan sesuai rencana.

“Rejim bayaran yang membantu Amerika Serikat dalam skema semacam itu pada akhirnya akan menerima tamparan yang menyengat dari AS sendiri,” ia menekankan. (Baca: Analis : Arab Saudi, Tangan Amerika di Yaman)

Houthi juga mengecam rencana AS untuk mendominasi Yaman, dan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara Arab yang terkena krisis. Dia menekankan bahwa negara Yaman tidak akan diam dalam menghadapi tindakan agresi apapun.

Kepala Ansarullah mendesak semua orang Yaman untuk tetap waspada dan bersatu melawan konspirasi.

Houthi mengatakan Menteri Pertahanan AS James Mattis bertekad untuk mengintensifkan konflik Yaman, menekankan bahwa prioritas utama gerakannya sekarang adalah untuk melawan musuh, dan mencegah perpecahan.

Arab Saudi telah terus-menerus menyerang Yaman sejak Maret 2015, dalam upaya untuk mengembalikan mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh, dan untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah. Rezim Riyadh gagal mencapai tujuannya meski telah mengeluarkan banyak biaya. Agresi militer telah merenggut nyawa lebih dari 12.000 orang, yang kebanyakan warga sipil. (SFA)

Sumber: Al-Masirah

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: