Headline News

HOT NEWS! Tiga Pangeran Arab Saudi Diculik

Rabu, 16 Agustus 2017 – 10.41 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Rincian baru muncul dari Arab Saudi atas tiga anggota keluarga kerajaan di Eropa dan Amerika Serikat untuk membungkam oposisi mereka terhadap rezim yang berkuasa. (Baca: Pangeran Turki Bin Bandar Buka-Bukaan Soal Raja Salman dan Para Pangeran Saudi)

BBC menyiarkan sebuah film dokumenter bertajuk “Diculik: Pangeran Arab Saudi Hilang” pada hari Selasa, dengan rincian tentang penculikan para pangeran, yang belum pernah terdengar sejak mereka menghilang.

The Guardian awalnya telah memecahkan cerita tentang penculikan tersebut pada bulan Maret 2016.

Pangeran Sultan bin Turki

Namun sebuah laporan di situs BBC menggunakan informasi dari dokumenter untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut laporan tersebut, Pangeran Sultan bin Turki, yang paling senior dari ketiga pangeran tersebut, diundang kembali pada tahun 2003 ke sebuah istana di Jenewa, di mana seorang rekan kerajaan mendesaknya untuk kembali ke kerajaan sehingga mereka dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul dari sikap anti-nya. (Baca: Pangeran Saudi Tuding Pangeran Muhammad bin Salman Curi Uang Rakyat)

Atas penolakannya, orang-orang dyang berada di ruangan bersama Sultan pergi dan orang-orang bertopeng masuk, menyuntikkan zat anestesi ke Sultan bin Turki. Pangeran itu kemudian dibawa ke pesawat terbang dan diterbangkan ke Riyadh. Dia menghabiskan waktu antara penjara dan tahanan rumah di Arab Saudi, namun diizinkan pergi lagi pada 2010 untuk menjalani perawatan medis di Amerika Serikat.

Dia bekerja dari AS untuk mengajukan keluhan ke pengadilan Swiss atas serangan tersebut di Jenewa, yang sekali lagi mengkhawatirkan pejabat Saudi. Pada tahun 2016, dia naik pesawat terbang yang diduga menuju ke Kairo, tapi di tengah jalan, pramugari mengeluarkan senjata, menundukkan dia dan membawanya ke Riyadh.

Sejumlah orang, termasuk warga negara asing, yang tanpa disadari menyertai Sultan telah mengambil gambar sebelum melakukan penyerangan di pesawat. Mereka telah membuat ponsel mereka disita dan gambar terhapus, kecuali satu gambar (lihat gambar utama). Mereka kemudian ditahan selama tiga hari sebelum dikirim kembali ke negara asal mereka. Turki telah mengkritik catatan hak asasi manusia negara tersebut dan korupsi di antara pangeran dan pejabat serta telah menyerukan serangkaian reformasi.

Pangeran Turki bin Bandar

Seorang mantan pejabat yang bertugas untuk mengawasi para bangsawan, Pangeran Turki bin Bandar adalah seorang keluarga kerajaan lain yang diculik, saat mencoba pergi ke Prancis melalui Maroko. Dia kemudian dipenjara dan dideportasi secara paksa ke Riyadh. (Baca: Pangeran Saudi “Tarik” Sumpah Setia kepada Putera Mahkota dan Wakilnya)

Pangeran Saudi Turki bin Bandar (L), dan Pangeran Saud bin Saif al-Nasr

Saud bin Saif al-Nasr

Pangeran Saud bin Saif al-Nasr adalah yang paling tidak dikenal dari ketiganya. Dia secara terbuka menyerukan pemberontakan rakyat melawan rezim penguasa Saudi dan mendesak penuntutan terhadap pejabat Saudi yang telah mendukung penggulingan Presiden terpilih Mesir Mohammed Morsi pada 2013.

Dia juga telah mendukung dua surat dimana seorang pangeran Saudi meminta sebuah kudeta untuk menyingkirkan Raja Salman. Pada tahun 2015, dia menghadiri pertemuan bisnis yang direncanakan di Milan, namun sejak saat itu kabarnya tidak lagi terdengar. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: