Fokus

Hizbullah: Saudi Ancaman Nyata Stabilitas Politik di Lebanon

Sheikh Nabil Qaouq

LEBANON – Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Nabil Qaouq memperingatkan bahwa Arab Saudi adalah ancaman langsung terhadap konsensus nasional dan stabilitas politik di Lebanon karena berusaha untuk memblokir pembentukan pemerintah di negara itu, seperti dilansir FNA (11/06).

Baca: AS, Israel dan Saudi Intervensi Pemilu Lebanon Untuk Hancurkan Hizbullah

“Hari ini, Arab Saudi mengganggu pembentukan kabinet untuk mencapai tujuannya dalam melemahkan peran perlawanan,” kata Qaouq seperti dikutip oleh situs berita al-Ahd, Senin.

Dia memperingatkan bahwa Riyadh berusaha mengubah Lebanon menjadi bagian dari proyek politiknya di kawasan, dan menambahkan, “Orang-orang Lebanon harus tahu bahwa ancamannya terhadap konsensus nasional dan menunda pembentukan kabinet adalah bahaya terbesar yang ditimbulkan oleh campur tangan Arab Saudi daalm pembentukan kabinet.”

Baca: New York Times: Rencana Baru Saudi di Lebanon untuk Serang Hizbullah

Perdana Menteri Lebanon yang ditunjuk Saad Hariri mengumumkan di Beirut pada awal bulan ini bahwa pemerintah yang akan dibentuk akan terdiri dari 30 menteri.

“Pemerintah yang akan kami bentuk semoga akan menjadi 30 menteri, ini adalah maksimum yang dapat saya umumkan, dan kerja sama sedang berlangsung dengan semua pihak untuk menyelesaikan tugas ini,” kata Hariri.

Baca: Ulama Lebanon Kompak Kutuk Pembantaian Saudi-AS Kepada Warga Muslim di Yaman

“Saya optimis semua partai politik bekerja sama untuk membentuk pemerintahan ini. Jika kami ingin menyenangkan masing-masing pihak mengenai jumlah menteri yang diinginkannya, kami akan membentuk pemerintahan 50 menteri,” tambahnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: