Amerika

Hizbullah dan Liga Arab Kecam Veto AS atas Resolusi PBB Soal Yerusalem

Rabu, 20 Desember 2017 – 08.30 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Liga Arab mengecam AS karena memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pembatalan pengakuan kontroversial Washington atas Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Baca: Iran Kutuk Veto AS di PBB Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

Pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Arab Ahmed Abul Gheit menyatakan ketidakpuasan atas hak veto AS terhadap rancangan tersebut, dengan mengatakan tindakan tersebut akan menyebabkan isolasi AS.

Abul Gheit menekankan bahwa dengan menggunakan hak veto terhadap 14 negara anggota DK PBB lainnya, mengungkapkan pembangkangan mencolok Washington terhadap konsensus internasional yang jelas mengenai masalah ini.

Dia mengatakan negara-negara Arab akan mempresentasikan draft resolusi tersebut kepada Majelis Umum PBB berdasarkan pasal 377, “Uniting for Peace,” yang mewajibkan semua negara anggota.

Baca: Sandiwara Media Kerajaan Arab Saudi Terkait Trump, Yerusalem dan Iran

Di bawah resolusi Uniting for Peace, jika anggota tetap Dewan Keamanan PBB gagal mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional karena kurangnya kesepakatan, Majelis Umum harus segera mempertimbangkan masalah tersebut dan mengeluarkan rekomendasi yang diperlukan.

Pada hari Senin, duta besar AS untuk PBB Nikki Haley memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pembatalan keputusan kontroversial Trump mengenai Yerusalem al-Quds.

Baca: DK PBB Hari Ini Voting Resolusi Penolakan Yerusalem Ibu Kota Israel

Empat belas anggota dari 15 anggota dewan tersebut memilih resolusi yang dibuat oleh Mesir, yang tidak secara khusus menyebutkan nama Presiden AS atau AS Donald Trump, namun menyatakan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem” al-Quds. Sementara Duta Besar (Dubes) AS Nikki Haley menggunakan hak vetonya  untuk tidak menerima resolusi tersebut.

Hizbullah mengecam AS

Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon juga mengecam “intimidasi” AS di Dewan Keamanan, dan menyebutnya sebagai “tamparan” dalam menghadapi masyarakat global.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Hizbullah meminta masyarakat global untuk tidak menyerah pada kebijakan AS dan mendesak Palestina untuk melanjutkan “perjuangan mereka”.

Pada tanggal 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya, mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di tanah yang diduduki dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Perubahan dramatis dalam kebijakan Yerusalem al-Quds di Washington mendapat kritik tajam dari masyarakat internasional, termasuk sekutu Barat Amerika Serikat, dan memicu demonstrasi melawan AS dan Israel di seluruh dunia.

Yerusalem al-Quds tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dimana orang-orang Palestina berharap bahwa bagian timur kota pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka yang akan datang. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: