Fokus

HEROIK, Bocah Kecil dan Tali Merah Putihku yang Putus

BELU – Seorang anak SMP asal Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Anak pemberani ini mengabaikan keselamatannya dengan memanjat tiang Bendera yang cukup tinggi untuk mengambil ujung tali pengikat bendera yang terlepas saat sebelum bendera di kibarkan di upacara Hari kemerdekaan Republik Indonesia hari ini 17/08/2018.

Baca: Wahabi, HTI, PERSIS Lecehkan Sang Saka Merah Putih dan Pahlawan

Salah satu netizen Abdulloh Faizin dalam akun facebooknya memberikan apresiasi kepada anak pemberani itu dengan menulis sebuah puisi, berikut puisinya:

Lihatlah dengan menaruh rasa kebanggaan padanya bocah kecil Joni namanya anak SMP Silawan di untaian pulau terkecil di ujung negeri dengan ledakan nyali yang telah meleddakan sungai hulu air mataku.

Dengan sisa erangan tangisku aku nadakan kasih sayangku lewat riyak syair tipis kepadanya dengan harapan kalian menarik ilham darinya.

Baca: Denny Siregar: Jangan Mau Dibodohi HTI

Nak !!!

Kau begitu berani merangkak naik terus dan terus dengan tekanan desis nafas serta memompa andrenalin detak jantungmu, hanya karena tali ujung bendera yang tersangkut di ujung tonggak tiang merah putih bumi pertiwiku.

Nak !!!

Aku tak kuasa menahan derai haru dan kebanggaan bahwa kaulah yang pantas menyandang gelar pahlawan kecil menjadi pemilik jagad pertiwi ini sebenarnya, saat sekelompok manusia beringas ingin merobek dan menggatinya dengan gombal gombang usang bendera khilafahnya, kau mendekap mencium menghormat dan menyelamatkanya.

Baca: Sumanto Al-Qurtuby: Menjaga Indonesia sebagai “Rumah Bersama”

Nak !!!

Aku tak yakin bahwa kau telah terdoktrin tidak hanya oleh formalitas materi tetang nasionalisme yang disampaikan guru gurumu dikelas kelas penderitaanmu, dan aku tak yakin kau pernah mendengar nyayian syahdu Mbah Hasyim tentang HUBBUL WATHON MINAL IMAN yang kau punya hanya cinta suci bumi ini dan bumi pertiwi yang elok kau anggap laksana bundamu sendiri.

Nak !!!

Kau adalah pahlawan pembela kehormatan bangsa degan menggapai tali dan simbol kebangsaan ini klimaks kecintaanmu menembus urat nadi da sukma hati, semoga dari hatimulah gelombang ultra violet yang akan dengan halus merambat menuju terbangunya kesadaran mencintai bangsa nya sendiri mengilhami bocah bocah generasi bangsa ini melalui pori pori kesadaran mereka mempertahankan mutiara kemerdekaan ini.

Nak !!!

Tetes demi tetes air mata ini telah aku persaksikan untuk dahsyatnya cintamu pada merah putih itu, sebagai ilhamku dan mereka untuk membangun indonesia ini Indonesiaku Indonesiamu Indonesia kita.

Merdeka…. Ujung Senja Al balagh 17 Agustus 2018 (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: