Umum

HEBOH! Sebut Reuni Akbar 212 Perayaan Intoleransi, Ketua Presidium Laporkan Metro TV ke Polisi

Selasa, 05 Desember 2017 – 08.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menyatakan akan melaporkan salah satu stasiun televisi nasional, Metro TV kepada pihak kepolisian. Laporan ini dilayangkan atas dugaan pencemaran yang dilakukan oleh stasiun televisi miliki Surya Paloh ini terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berbarengan dengan reuni Akbar 212 pada Sabtu (2/12) lalu.

Baca: Bendera Ormas Terlarang HTI Berkibar di Reuni 212

Namun pada kenyataannya dalam orasi #AkbarReuni212 sebagian orator tidak banyak menjelaskan bagaimana perjuangan dan sikap berjuang Nabi saat melawan musuh, bahkan sebagian orator membahas politik dan serang Jokowi, dan lebih menyedihkan lagi Sugi Raharja dalam orasi penuh dengan umpatan dan cacian serta mengeluarkan Bahasa-bahasa kotor, apakah pantas dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di isi dengan orasi-orasi tak pantas dan tak Islami seperti itu.

Menurut Slamet, saat ini pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti terkait untuk mendukung pelaporan ini. “Insya Allah nanti bersama beberapa pengacara kita laporkan ke Polda Metro dalam waktu dekat,” ucapnya di Jakarta, Senin (4/12).

Baca: Reuni Akbar 212 di Monas, Tampak Bendera HTI di atas Merah Putih

Metro TV sendiri menyebut acara reuni akbar 212 sebagai perayaan intoleransi dalam sebuah video yang ditayangkan stasiun televisi ini. Penayangan ini pun mendapat kecaman keras dari kelompok 212. Selain itu, video narasi ini sendiri diunggah di laman metrotvnews.com pada kanal editorial.

“Celakanya, intoleransi itu dipraktekkan untuk kekuasan politik dengan mengatasnamakan agama. Lebih celaka lagi, mereka berencana berkumpul merayakan intoleransi itu dengan gegap gempita, huh,” demikian narasi dalam video tersebut.

Baca: Dosen Unpad Sebut Jumlah Reuni Akbar 212 di Monas Tak Lebih dari 35-40 Ribu Orang

Slamet menuturkan laporan akan dilayangkan dalam satu sampai dua hari kedepan. Ia seraya menegaskan bahwa Metro TV dianggap telah mencemarkan nama baik Reuni Akbar 212. “Itu udah fitnah, pencemaran nama baik itu,” tutup Slamet. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: