Fokus

HEBOH! Ada Ledakan di Konjen Amerika Serikat Surabaya Jawa Timur

Selasa, 12 Desember 2017 – 07.16 WIb,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Gelombang protes dan kecaman terus bermunculan terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel.

Untuk kesekian kalinya kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Jalan Citra Raya Niaga No 2, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya dilabrak para pendemo.

Baca: Muhammadiyah: Kami Tak Melihat Protes Keras dari Negara di Timteng Kecuali Iran

Senin (11/12) ada dua kelompok sekaligus yang mendemo Konjen AS. Yaitu dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Surabaya dan kelompok lain yang menamakan dirinya sebagai Kumail (Komite Umat Islam anti Amerika dan Israel). Demo dilakukan sejak pukul 13.00 WIB.

Karena didatangi dua kelompok pendemo, penjagaan yang dilakukan polisi dari Polrestabes Surabaya cukup ketat. Sampai ada back up dari Satbrimob Polda Jatim. Pengamanan langsung dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan.

Dalam demo tersebut Konjen AS dihampiri sampai dekat dengan jarak sekitar sepuluh meter saja. Itu dari kelompok pendemo PMII Surabaya.

Meskipun datang dengan jumlah sekitar 50 orang PMII Surabaya merangsek mendekat kantor konsulat. Para aktivis muda tersebut bahkan sempat memaksa masuk untuk menemui perwakilan Konjen AS dalam menyampaikan aspirasi. Namun sayang aksi mereka dihalau oleh pihak kepolisian yang berjaga.

Baca: Sekjen PP ISNU: Trump, Palestina dan Khilafah

Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi saat itu. Tapi tidak sampai berlangsung lama dan kisruh. Aksi saling dorong hanya berlangsung tak sampai dari lima menit saja.

Setelah gagal menembus barikade polisi para mahasiswa membuat sebuah lingkaran. Tiba-tiba tanpa dikomando salah seorang demonstran mengeluarkan ban dalam bekas dan langsung membasahinya dengan minyak. Tidak lama kemudian api berkobar cukup tinggi di depan Konjen AS.

Sambil berorasi para mahasiswa pun berkerumun di sana. Rupanya tidak cukup menyalakan api saja, para siswa juga melampiaskan kekesalan dengan melempar sejumlah telur busuk. Saat itu api masih tetap berkobar.

Nah, tidak lama setelah pelemparan telur, tiba-tiba muncul sebuah ledakan dari dalam kobaran api. Karuan saja ledakan itu mengkagetkan para demonstran, polisi yang berjaga hingga wartawan yang meliput sehingga yang tadinya semua berani mendekati api, kali ini menjauh.

Tak lama kemudian polisi mengeluarkan alat pemadam api ringan. Sempat dihalangi oleh mahasiswa, tapi api tetap dapat dipadamkan. Dan para demonstran ditenangkan oleh Kasat Intel Polrestabes Surabaya AKBP Benny Pramono.

Baca: Jokowi Dongkol, Palestina Harus Merdeka, Itu Harga Mati

“Silakan menyampaikan aspirasinya. Nanti akan saya sampaikan ke konsulat petisi yang mau disampaikan,” kata Benny.

Tidak lama kemudian para mahasiswa memberikan tumpukan kertas isi tuntutan kepada Benny. Setelahnya mereka membubarkan diri dengan tertib. Para mahasiswa dan polisi yang tadinya saling bersitegang kemudian saling berjabat tangan.

Sekretaris PMII Surabaya Hayik menyatakan tuntutannya adalah untuk mengusir kantor Konsulat Jenderal Amerika. “Karena dia juga sudah menumpang di kota pahlawan ini,” ujarnya ditemui usai demo.

Dia kemudian menjelaskan atas dasar Undang Undang 1945 bahwasanya kemerdekaan merupakan hak segala bangsa. “Oleh sebab itu, maka penjajahan di atas bumi harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” bebernya.

Dengan adanya undang-undang tersebut menurut dia sikap dari PMII sangat jelas. Yakni dengan membela Palestina karena kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.

“Sudah bertahun-tahun Palestina menanggung derita, jerit tangis dan sebagainya untuk dijajah dan diambil tanahnya oleh bangsa Israel,” kecam Hayik.

Padahal kata dia sebenarnya warga Israel bukan lah penduduk asli alias pendatang. Yang kemudian sedikit demi sedikit menguasai tanah di Palestina. “Ada mafia tanah atas penguasaan agraria oleh Israel di sana,” bebernya.

Hayik juga menuntut agar Donald Trump harus dipenjarakan. Dengan melewati mekanisme pengadilan Internasional. Sebab telah mendukung Yerusalem sebagai tanah bagian dari Negara Israel.

Dia menambahkan ke depan pihaknya akan memboikot semua produk dari Amerika. Apalagi selama ini Indonesia merupakan pasar besar dari Amerika. “Karena dengan diboikot jelas pemasukan Amerika akan berkurang,” imbuhnya.

Sementara itu dalam Pers Release yang disampaikan tuntutan dari Kumail juga tidak jauh berbeda dari aktivis mahasiswa PMII. Yaitu, untuk menghentikan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam upaya penyelesaian konflik di Palestina.

Kemudian mendukung kelompok perlawanan Palestina sebagai satu-satunya cara yang efektif mengusir penjajah Zionis serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina. Dan terakhir meminta semua pihak untuk terus meningkatkan protes dan penolakan terhadap Amerika. (SFA)

Sumber: Surabaya Times

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: