Fokus

Hastag Ganti Presiden Senjata Kelompok Khilafah Hancurkan Suriah

#2019GantiPresiden, Hancurkan Suriah
Hastag Ganti Presiden

JAKARTA – Belajar dari kasus-kasus di Timur Tengah dari Suriah hingga Libya yang saat ini hancur lebur karena ulah teroris dan tangan barat, mereka menggunakan isu agama untuk menghancurkan sebuah negara, fakta jelas dalam kasus di Suriah, teroris dan kelompok radikal gunakan isu ganti presiden untuk melengserkan Bashar Assad, faktanya rakyat Suriah sangat mencintai presiden mereka.

Belajar dari Suriah

Belajar dari Suriah

Baca: Eko Kuntadhi: Hancurkan Nasionalisme Cara ISIS, HTI dan PKS Habisi NKRI

Hal itu sejalan dengan Sekjen PKB sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut hastag ganti presiden pernah dipakai di Suriah. Istilah itu pun, disebutnya, membuat kacau keadaan di negara tersebut.

“Hastag itu pernah dipakai di Suriah. Kenapa Suriah kacau, itu karena pakai hastag itu ganti presiden, dan ganti presiden itu maknanya macam-macam. Jadi saya kira memang bagus sudah kalau pasangan calon di sebelah mengganti hastag itu,” kata Karding saat menanggapi niat Gerindra mengganti #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden.

Hal tersebut dia sampaikan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018). Karding menyebut hastag serupa #2019GantiPresiden ada sejak 2011 di Suriah dan menjadi salah satu alasan kacaunya negara itu.

“Oh iya, itu terjadi di Suriah tahun 2011 dan kenapa Suriah kacau, salah satu faktornya adalah hastag ini dikapitalisasi, lalu kelompok yang ingin mendirikan khilafah mengkapitalisasi itu sehingga terjadi seperti Suriah hari ini,” ucapnya.

Baca: Netizen: PKS Bubar Atau Indonesia Hancur

Karding menyebut koalisi Jokowi memiliki cara tersendiri untuk melawan gerakan #2019GantiPresiden itu. Ia juga tidak mengungkap secara detail cara atau strategi koalisi Jokowi untuk melawan gerakan #2019GantiPresiden.

Gerakan #2019GantiPresiden dinilai kubu Jokowi tidak memiliki hal yang positif untuk rakyat. Hal tersebut lantaran dalam hastag itu tertulis ganti presiden, yang notabene presiden merupakan simbol negara.

Baca: Bahaya Propaganda, Belajaralah dari Konflik Suriah

“Kita lebih khawatir kepada rakyat, jangan sampai bentrok. Hastag itu nggak memberi kenyang, hastag itu tidak memberi rakyat Indonesia lebih baik ke depan,” ungkap Karding.

Lebih lanjut, lewat pesan singkat, Karding khawatir gerakan #2019GantiPresiden akan berdampak chaos karena adanya banyak penolakan di masyarakat yang berujung kisruh di beberapa daerah. Ia mengatakan masyarakat Indonesia sudah sepakat untuk menjaga jalannya pilpres dengan aman dan damai.

Baca: Isu Sektarian Senjata Ampuh Barat-Arab Saudi Hancurkan Suriah dan Assad

“Satu-satunya kekhawatiran kita adalah di tingkat arus bawah terjadi chaos karena penolakan terhadap hastag itu yang dibarengi dengan gerakan politik oleh beberapa orang itu cukup kuat penolakannya dan itu yang kita khawatir masyarakat chaos, terbelah, dan akhirnya mengganggu stabilitas keamanan kita,” jelas Karding. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mardani Ali Sera dan Jubir HTI Dipolisikan | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: