Headline News

Hari Kelima Gencatan Senjata di Ghouta Timur, Teroris Jarah Rumah dan Toko Warga

Minggu, 04 Maret 2018 – 05.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, GHOUTA TIMUR – Kelompok teroris mulai menjarah barang-barang dan makanan dari rumah-rumah dan toko-toko pada hari kelima gencatan senjata harian di Ghouta Timur, sumber-sumber lapangan melaporkan pada hari Sabtu, dan menambahkan bahwa para teroris telah memblokir jalan keluar warga sipil dari Ghouta Timur.

Baca: Lampu Hijau Barat Bagi Teroris Untuk Lakukan Serangan Kimia Palsu di Ghouta Timur

Sumber tersebut mengatakan bahwa peluncur mortir dan penembak jitu kelompok teroris telah melepaskan tembakan ke warga sipil yang mencoba meninggalkan Ghouta Timur ke wilayah yang dikuasai pemerintah melalui koridor kemanusiaan dua jam setelah dimulainya hari kelima gencatan senjata yang berbasis-harian.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah Vladimir Zolotokhin melaporkan bahwa teroris di Ghouta Timur telah mulai mencari rumah warga sipil dan telah menyita sejumlah besar barang dan makanan serta kartu identitas orang.

Mayjen Yuri Yevtushenko, juru bicara Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah, mengatakan sebelumnya bahwa situasi di sekitar koridor kemanusiaan di Ghouta Timur Suriah tetap tegang, dengan penembak jitu militan yang secara teratur menembaki warga sipil yang melewati koridor kemanusiaan.

Baca: Sniper Teroris Cegah Warga Sipil Tinggalkan Ghouta Timur

“Situasi di dekat titik pemeriksaan masih tegang Sejak kemarin malam, penembak jitu telah melakukan penembakkan mendekati titik cek. Hari ini, teroris Jeish al-Islam telah melakukan dua serangan mortir dari pinggiran timur Douma yang menargetkan keamanan koridor yang mengarah ke pos pemeriksaan di dekat al-Waffedeen,” kata Yevtushenko.

Menurut Yevtushenko, penduduk Ghouta Timur diberi informasi tentang rute keluar dan peraturan untuk aman meninggalkan daerah tersebut melalui koridor kemanusiaan.

Baca: Tentara Suriah Temukan Terowongan Penting Pemberontak di Ghouta Timur

Juru bicara tersebut mencatat bahwa pusat rekonsiliasi Rusia menerima banyak pesan hotline, di mana warga sipil mengeluh tentang kondisi kehidupan yang tak tertahankan dan tindakan represif yang dilakukan oleh militan.

Secara khusus, teroris tidak membiarkan warga sipil meninggalkan zona tersebut, dimana orang-orang yang mencoba menggunakan jalan keluar lain yang mungkin untuk meninggalkan daerah yang dikuasai teroris tanpa melewati koridor kemanusiaan yang dipersiapkan, Yevtushenko mengklarifikasi. (SFA/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: