Internasional

Hari Ke-4 Serangan Saudi ke yaman, Ansharullah Kuasai Zanjibar

Sanaa, Salafynews.com – Serangan udara Arab Saudi ke Yaman memasuki hari keempat, Minggu (29/3/2015). Keterangan berbagai sumber yang dilaporkan Alalam menyebutkan Saudi kembali menggempur Sanaa, ibu kota Yaman, dan provinsi al-Hadidah di bagian barat negara ini dengan sasaran kamp roket, markas pasukan cadangan, Komplek Medis 48, dan kawasan permukiman di Sanaa selatan.

Di Hadidah, serangan udara Saudi terhadap kawasan permukiman menjatuhkan 30 korban luka, termasuk perempuan dan anak kecil. Di situ jet tempur Saudi juga menyerang landasan pacu bandara sipil, markas pertahanan udara dan satuan-satuan pasukan artileri, sementara pasukan anti serangan udara Yaman terus melepaskan tembakan ke angkasa untuk menjatuh pesawat-pesawat lawan.

Sejak Saudi dan koalisinya mulai melancarkan serangan pada Rabu malam atau Kamis dini hari lalu (25 – 26/3/2015) sebanyak tiga unit pesawat tempur koalisi dikabar tertembak jatuh, dua di antaranya milik Saudi dan satu lainnya milik Sudan, sementara korban tewas akibat serangan udara koalisi sedikitnya 70 orang.

Di tengah gempuran serangan udara koalisi pimpinan Saudi ke Yaman, Angkatan Bersenjata Yaman dan pasukan Komite Revolusi yang terafiliasi dengan kelompok Ansarullah (al-Houthi) Sabtu malam telah memasuki kota Zanjibar yang menjadi salah satu markas pertahanan pasukan pendukung presiden Yaman tersingkir, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Mereka bergerak maju dari kawasan pesisir Shaqrah yang berhasil mereka rebut dari pasukan pendukung Mansur Hadi pada Jumat lalu.

Di Aden, kontak senjata antara pasukan Komite Revolusi dan milisi pendukung Mansur Hadi melanda beberapa kawasan, termasuk Dar Saad, Khour Maksar dan Mansurah.

Iran, Irak, Suriah, Hizbullah Lebanon dan oposisi Bahrain mengecam invasi koalisi pimpinan Saudi ke Yaman dan menyerukan supaya invasi itu segera dihentikan dan mengimbau semua pihak terkait supaya menyelesaikan pertikaian melalui kanal dialog. Seruan serupa juga dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dan Cina dalam statemen masing-masing.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyatakan bahwa satu-satunya kesempatan bagi orang-orang Yaman untuk menyelesaikan konflik di negaranya ialah menempuh jalur perundingan dengan mediasi internasional.

Ki-moon tidak melontarkan pernyataan bernada kecaman terhadap invasi Saudi dan sekutunya, meskipun serangan itu jelas-jelas melanggar kedaulatan sebuah negara.

Sumber : Liputanislam.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: