Fokus

Hari Ini Vonis Sidang Otak Kerusuhan Mako Brimob

Ilustrasi Tahanan Mako Brimob
Napiter Mako Brimob

JAKARTA – Wawan Kurniawan alias Abu Afif yang diduga merupakan dalang kerusuhan di sel blok kasus terorisme Rumah Tahanan Mako Brimob pada Mei lalu akan menjalani sidang vonis hari ini, Kamis (13/9). Sidang bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Baca: Eko Kuntadhi: Hancurkan Nasionalisme Cara ISIS, HTI dan PKS Habisi NKRI

Wawan diketahui lahir di Jakarta pada 9 Juli 1975. Wawan merupakan Amir (ketua) kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) di Pekanbaru, Riau.

Wawan merupakan terduga teroris yang tertangkap di Pekanbaru pada operasi penindakan serentak oleh Detasemen Khusus Antiteror Polri 88 pada Oktober 2017.

Wawan ditangkap lantaran terlibat dalam latihan militer di Jambi dan Riau. Dia diduga berperan sebagai motivator bagi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi.

Baca: 94 Sekolah di Karachi yang Didanai Saudi Jadi Tempat Berkembang Biaknya Teroris

Wawan dan JAD Pekanbaru juga menggelar latihan persiapan teror (i’dad) dan latihan menembak di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Dia diringkus bersama Abu Ibrahim alias Beni Samsu Trisnodi di Perumahaan Pandau Permai, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Pada Mei lalu saat ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Wawan diduga menjadi pemicu dalam kerusuhan yang membuat ratusan tahanan menyandera polisi. Peristiwa itu dimulai ketika dia dibesuk keluarganya usai sidang pada 8 Mei lalu.

Keluarga Wawan saat itu datang membawa bekal makanan yang tak bisa dinikmati. Sebab, polisi menerapkan aturan ketat dan memeriksa apapun kiriman bagi tahanan terorisme guna mengantisipasi penyelundupan ke sel.

Baca: Denny Siregar: Bukan tentang Jokowi, Ini pertarungan NKRI Vs HTI

Setelah mengetahui makanan kiriman keluarganya ditahan polisi, Wawan lantas mengamuk. Dia kemudian menghasut sejumlah tahanan teroris lainnya yang mendekam di Rutan Mako Brimob. Segelintir tahanan terorisme lantas emosi dan menganiaya petugas jaga. Serangan itu menyebabkan lima polisi dan satu napi teroris meninggal.

Wawan juga terluka dalam kejadian itu dan sempat dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di bahu kirinya. Dia kemudian dibawa ke Rutan Nusakambangan, Jawa Tengah bersama tahanan terorisme lainnya. (SFA/CnnIndonesia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: