Amerika

Harga Minyak Melonjak Imbas Ketegangan di Suriah

Perang Suriah

Sabtu, 14 April 2018 – 07.44 Wib,

NEW YORK – Harga minyak menguat sehingga dorong kenaikan terbesar sejak Juli. Kenaikan harga minyak didukung kekhawatiran kemungkinan aksi militer di Suriah dan laporan persediaan minyak global makin menipis.

Baca: Dukung AS Serang Suriah, Netizen Ramai-ramai Kecam PM Inggris

Prospek aksi militer di Suriah dapat menyebabkan konfrontasi dengan Rusia yang tergantung di Timur Tengah. Akan tetapi, belum ada tanda serangan dari AS terjadi dalam waktu dekat. Partner Hedge Fund Again Capital Management, John Kilduff menuturkan, pelaku pasar berusaha mengunci posisi minyak mentah hingga menjelang akhir pekan.

“Kegelisahan geopolitik terus bayangi harga minyak, dan sentimen itu lebih besar. Bahkan semakin dekat momen jika ada pemogokan,” ujar Kildudd seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (14/4/2018).

Baca: Respon Dingin Putin Kepada Trump Soal Ancaman Serangan AS ke Suriah

Ia menuturkan, Suriah memiliki resiko terhadap stabilitas global. Ini lantaran hubungannya dengan produsen minyak kuat lainnya. “Suriah adalah klien negara Rusia dan Iran. Resiko untuk eskalasi cukup tinggi dan saya pikir itu mengkhawatirkan pasar,” kata dia.

Harga minyak Brent pulih dari posisi tertekan. Harga minyak Brent naik 56 sen ke posisi USD 72,58 per barel. Selama sepekan, harga minyak Brent naik USD 5,48 atau delapan persen.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menanjak 32 sen ke posisi USD 67,39 per barel. Harga minyak WTI menguat delapan persen pada pekan ini.

Baca: Assad: Pisahkan Nasionalisme & Agama Adalah Cara Barat dan Teroris Hancurkan Sebuah Negara

Para hedge fund dan manajer investasi memangkas taruhan terhadap harga minyak. Pada Rabu pekan ini, harga minyak acuan capai level tertinggi sejak akhir 2014.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan rudal akan datang sebagai respons atas dugaan serangan gas di Suriah. Trump pun kembali mengunggah status di Twitter. Ia menyatakan kalau serangan terhadap Suriah bisa segera atau tidak sama sekali.

“Risiko eskalasi Suriah tidak dapat sepenuhnya dihindari,” tulis Petromatrix.

Selain ketegangan geopolitik di Suriah, surplus persediaan minyak mentah global juga susut. OPEC mengatakan kalau produksi turun menjadi 31,96 juta barel per hari pada Maret.

International Energy Agency (IEA) mengatakan, kebijakan energi negara industri menyisyaratkan pasar dapat ketat jika pasokan tetap terkendali. Sementara itu, impor minyak mentah China naik ke level tertinggi pada Maret. Di AS, ada penambahan tujuh rig minyak selama seminggu. Total rig 815 rig, tertinggi sejak Maret 2015. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Trump Perintahkan Milter AS Serang Suriah | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Teheran: Presiden AS, Donald Trump Hina OPEC | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: