Nasional

Haram Ucapkan Selamat Hari Ibu, Ini Jawaban Pedas Denny Siregar kepada Somad

Jum’at, 22 Desember 2017 – 20.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pegiat medsos Denny Siregar membalas komentar Ustadz Abdul Somad yang mengatakan bahwa mengucapkan Selamat  Hari Ibu itu Haram dan tradisi Kafir, berikut jawaban Denny Siregar:

Baca: Kronologi Sebenarnya Penolakan Ustad Somad di Bali

Benarkah memperingati hari ibu itu tradisi kafir? Itu pertanyaan dari seorang teman ketika mendengar ceramah Abdul Somad di youtube bahwa peringatan hari ibu tanggal 22 Desember itu adalah tradisi orang kafir.

Benarkah? Mari kita lihat sejarah dulu…

Mengutip dari laman tirto.id, peringatan hari ibu di masing2 negara ternyata berbeda. Hari Ibu di Amerika Serikat (AS) jatuh pada minggu kedua bulan Mei, jadi bukan bulan Desember.

Di Inggris, Hari Ibu dikenal sebagai Mothering Sunday, dan selalu jatuh pada hari Minggu keempat Prapaskah – biasanya pada akhir Maret atau awal April. Jadi juga bukan bulan Desember.

Baca: Denny Siregar Bongkar Kampanye Pembodohan Ala Saudi dan Wahabi

Hari ibu di Rusia juga di terapkan di akhir bulan November.

Satu kesamaan dari negara-negara itu dalam memperingati hari ibu adalah mengingatkan peran penting seorang ibu dalam rumah tangga, sehingga banyak negara menjadikannya hari libur nasional.

Lalu siapa yang menetapkan hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember ? Orang kafir kah?

Ternyata tanggal 22 Desember sebagai hari ibu itu ditetapkan dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tahun 1928 di Jogjakarta. Dan kongres itu dihadiri banyak tokoh dari Budi Utomo, PSI, Muhammadiyah, Jong Java, Jong Madura sampai Jong Islamieten bond.

Mereka bukan orang kafir – jika kata kafir disematkan pada non-muslim.

Dan semangat hari ibu di Indonesia lebih luas maknanya, tidak seperti negara2 lain. Hari ibu itu ditetapkan untuk mengenang perjuangan kaum perempuan di Indonesia.

Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme

Situasi itu memang situasi perjuangan, dimana ditetapkannya sebuah hari adalah untuk mengenang nilai-nilai perjuangan..

Jadi pak Somad ternyata tidak belajar sejarah, sehingga dengan seenaknya mengatakan bahwa peringatan hari ibu di Indonesia adalah tradisi orang kafir. Itu bisa berarti pak Somad mengkafirkan para pejuang yang dengan semangat perjuangan menetapkan sebuah hari bersejarah.

Saya juga heran ketika ada seorang yang dianggap ustad dengan seenaknya mengkafir-kafirkan, seolah-olah dirinya tidak kafir.

Padahal Rasulullah SAW sudah mengatakan, bahwa siapapun yang mengatakan seorang kafir sementara yang dituduhnya tidak begitu, maka sebutan itu akan kembali padanya…

Tapi okelah, mungkin masalahnya ada di sebutan “ibu”. Saya sarankan kepada bani micin curah, supaya tidak terindikasi kafir maka gantilah sebutan ibu menjadi “Selamat hari Ummi”.

Semoga dengan itu semua menjadi syariah dan varokah sesuai tradisi timur tengah.. Gimana? Mau Kofi atau mau fentung kah?? Kate lapo koen? Aku lak ganteng jadi boleh gendakan.. Seruffuttt. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: