Fokus

Hamza Bendelladj Hacker Robin Hood Muda Bagi Palestina

Minggu, 23 Juli 2017 – 08.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Israel semakin menggila di Palestina dengan menduduki Masjidil Aqsha hingga terjadi banyak korban meninggal dan luka, namun ada satu kisah yang tidak banyak diliput oleh media internasional tentang sosok Hamza Bendelladj Hacker Robin Hood bagi Palestina. (Baca: Faksi-faksi Perlawanan Palestina Kompak Balas Dendam Kejahatan Zionis Israel)

Hamza Bendelladj divonis penjara 15 tahun oleh Pengadilan Federal Amerika Serikat pada 22 April lalu. Sidang pembacaan vonisnya tak banyak diliput media massa internasional. Sosok pria kelahiran Aljazair itupun akhirnya kurang dikenal publik.

Padahal pria 27 tahun itu adalah salah satu pembobol bank paling canggih abad 21. Di kalangan pegiat teknologi informasi, kisah Hamza menyedot perhatian.

Dia berhasil mencuri dana sekurang-kurangnya USD 100 juta milik bank hanya berbekal laptop dan jaringan internet. Selain sesama hacker, sosok Hamza ternyata juga populer bagi rakyat Palestina. Bagaimana bisa? (Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: Palestina dan 2 Milyar Buih)

Stasiun Aljazeera menyebut Hamza sebagai sosok mirip Robin Hood. Dia membobol dana milik lebih dari 200 bank seluruh dunia bukan untuk memperkaya diri. Seluruh hasil pencurian itu didonasikan kepada badan amal Palestina. Jumlahnya simpang siur.

Ada yang bilang donasi Hamza cuma mencapai USD 20 juta. Namun sumber lain mengatakan upayanya membobol 217 bank mencapai USD 280 juta, lebih banyak dari catatan pengadilan. Semuanya diberikan kepada lembaga amal yang membantu rakyat Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Hamza, bersama rekannya Aleksandr Andreevich Panin asal Rusia, menciptakan sebuah program Trojan yang bisa menyusup ke pusat data perbankan. Nama virus itu adalah SpyEye, yang bisa mengumpulkan data pribadi pemilik rekening bank, misalnya pin ATM, untuk kemudian dibobol.

Aksi keduanya berlangsung sepanjang kurun 2009-2011. Korban dari pencurian data itu mencakup lebih dari 1,4 juta komputer di Amerika Serikat saja, belum termasuk negara-negara lain.

Perampokan skala massif oleh Hamza dan Panin berakhir pada 2012. Bank-bank yang dibobol menyadari ada virus Trojan yang aktif menyusup, lalu menghubungi polisi. (Baca: Negara Arab Upayakan Kudeta Baru di Timur Tengah Untuk Alihkan Isu Palestina)

Keduanya sempat mencoba kabur ke Thailand. Pada Mei 2013, Hamza tertangkap lebih dulu di Bandara Suvarnabhumi, untuk kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat. Jaksa Penuntut Negara Bagian Georgia sebetulnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: