Headline News

Guterres Serukan Solusi Politik untuk Akhiri Terorisme dan Ekstrimisme di Suriah

Minggu, 12 Februari 2017 – 07.14 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ISTANBUL – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggarisbawahi perlunya solusi politik yang didukung oleh rakyat Suriah untuk mengakhiri terorisme dan ekstrimisme di negara itu. (Baca: Damaskus Tuntut PBB Atas Serangan Israel ke Bandara Militer Suriah)

Guterres membuat pernyataan di Istanbul pada hari Sabtu (11/02), saat pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tulis kantor berita Anadolu.

Sekjen PBB juga mengucapkan rasa terima kasih atas pertemuan perdamaian yang diadakan antara pemerintah Suriah dan oposisi di ibukota Kazakhstan, Astana. Pada 23-24 Januari, Astana telah menjadi tuan rumah pembicaraan Suriah yang diselenggarakan oleh Iran, Rusia dan Turki, dengan kehadiran wakil pemerintah dan kelompok oposisi Suriah.

Kementerian Luar Negeri Kazakhstan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa delegasi dari pemerintah Suriah dan oposisi serta utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura telah diundang ke pertemuan babak berikutnya pembicaraan Astana pada 15-16 Februari mendatang.

Pertemuan akan membahas pelaksanaan gencatan senjata di Suriah, langkah-langkah untuk menstabilkan situasi di daerah, dan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata, bunyi pernyataan itu. (Baca: Utusan PBB; Negara-Negara Besar Harus Putuskan Kelompok Teroris di Suriah)

Pada akhir pembicaraan Januari di Astana, Teheran, Moskow dan Ankara menyetujui pembentukan mekanisme trilateral untuk mendukung gencatan senjata di Damaskus.

Para ahli dari tiga negara dan PBB juga menggelar pertemuan tertutup di Astana pada 6 Februari, yang membahas mengenai pelaksanaan gencatan senjata di Suriah.

Gencatan senjata nasional, yang ditengahi oleh Rusia dan Turki dengan dukungan Iran pada bulan Desember 2016, adalah gencatan senjata yang diperpanjang dari sebelumnya yang berakhir pada pertempuran di kota Aleppo dan menempatkan kota strategis kembali di bawah kontrol Damaskus.

Sementara itu, pihak yang berperang di Suriah akan melanjutkan pembicaraan mereka yang ditengahi oleh PBB di kota Jenewa pada 20 Februari. (Baca: Analis: Keberanian Suriah dan Kegagalan Zionis Israel Provokasi Assad)

Pembicaraan Jenewa awalnya direncanakan berlangsung pada tanggal 8 Februari, tetapi utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan ia telah menjadwal ulang pertemuan untuk mengambil keuntungan lebih lanjut dari pembicaraan Astana. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Guterres Serukan Solusi Politik untuk Akhiri Terorisme dan Ekstrimisme di Suriah | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: