Fokus

Gus Yaqut: Mumpung Kelompok Radikal Ini Masih Kecil Mari Kita Lawan dan Usir

Selasa, 14 November 2017 – 07.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PEKALONGAN – Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum) GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut, mengingatkan pada semua kader Ansor dan Banser di Jawa Tengah, untuk waspada terhadap gerakan kelompok-kelompok radikal yang kini mulai berani tampil di Indonesia.

Quote Gus Yaqut

Baca: Gus Yaqut Gelorakan Slogan Kita Ini Sama di Depan 10 Ribu Ansor & Banser

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, di GPU Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017).

Di hadapan ribuan pimpinan di setiap tingkatan mulai kecamatan sampai kabupaten/kota yang ada di Jateng, Gus Yaqut mengungkapkan, bahwa ancaman utama saat ini untuk Indonesia adalah adanya sekelompok orang yang mempertanyakan kembali konsesus nasional.

Mereka juga menyebut Pancasila sebagai thoghut dan akan menggantinya dengan sistem khilafah. Mereka juga ingin mengganti sistem negara demokrasi ini dengan sistem lain.

Baca: Zainul Muttaqin Semprot HTI, Tak Punya Khalifah Kok Mau Dirikan Negara Khilafah

Dikatakannya, bagaimana mungkin dikatakan Pancasila adalah produk kafir. Sementara Pancasila yang salah satu pendirinya adalah para muassis Jami’iyah Nahdlatul Ulama (NU).

Indonesia tidak akan pernah merdeka dan tegak berdiri seperti saat ini tanpa keterlibatan Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asyari, KH Bisri Syamsuri, KH Wahab Hasbullah, dan ulama yang lain.

“Artinya kiai yang kita patuhi telah sepakat mendirikan negara Indonesia tentu sudah melakukan pertimbangan dan perhitungan sesuai dengan syariat Islam. Tidak ada ceritanya Mbah Hasyim dan para kyai mengambil suatu sikap tanpa melakukan pertimbangan secara syariat,” tandasnya.

Maka, ketika hari ini muncul kelompok yang mempertanyakan kesesuaian Indonesia dengan agama Islam, itu sama artinya bahwa mereka ingin mengatakan bahwa Kiai-Kiai NU tidak paham tentang hukum Islam.

Baca: Gus Tutut Instruksikan Banser-Ansor Tangkap Kelompok Penebar Anti Pancasila

“Nggak ada pilihan lain, kita sebagai santri, kader Ansor, kita harus lawan kelompok-kelompok seperti ini. Tidak usah khawatir, seolah sekarang mereka besar padahal itu medsos, di dunia nyata mereka kecil. Mumpung sekarang masih kecil, sekali lagi mumpung masih kecil maka mari kita usir mereka,” tegasnya.

Gus Yaqut menyebut, jika dihitung jumlah kelompok ini pengikutnya hanya sekitar tujuh persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 11 juta orang. Saat ini, penduduk yang mayoritas masih diam dan memberikan ruang gerak.

“Maka pulang dari sini sampaikan ke orang-orang, kalau ada orang mengatakan NKRI akan diganti bentuk lain maka sahabat memiliki kewajiban mengatakan, untuk itu mari kita lawan sama-sama,” ungkapnya.

Ditegaskannya, bahwa sikap para kelompok radikal itu telah menginjak-injak harga diri NU. Maka, ini adalah tantangan para kader Ansor dan Banser. Mengingat mereka selalu memanfaatkan berbagai momentum yang ada.

Baca: Sumanto Al-Qurtuby: Waspadai Gerakan Kelompok “Islam Sontoloyo”

“Maka konferwil ini sebagai ajang untuk menyiapkan melawan mereka. Kita nggak boleh terlena, kita harus terus mengawasi mereka, sekali kita lengah maka habislah negara kita. Maka jika sahabat-sahabat masih ingin negara ini eksis, nggak ada pilihan lain kita harus hambat mereka sekuat tenaga,” tandas gus Yaqut. (SFA)

Sumber: AnsorJateng

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: