Fokus

Gus Yaqut Gelorakan Slogan Kita Ini Sama di Depan 10 Ribu Ansor & Banser

Jum’at, 18 Agustus 2017 – 07.27 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kemerdekaan yang diraih Indonesia adalah buah dari persatuan, perjuangan seluruh rakyat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis. (Baca: 5 Step Kelompok Radikal dan HTI Hancurkan Sebuah Negara)

Setiap hari masyarakat disodori isu dan ujaran-ujaran yang berusaha memecah belah bangsa. Kiai-kiai disudutkan agar umat tergerus rasa hormatnya pada ulama. Dia menambahkan, tradisi lokal juga disesatkan agar masyarakat kehilangan identitas.

Pemerintah dihujat tiap saat agar rakyat tidak lagi percaya. Etnis tertentu dijadikan biang keladi masalah agar sesama anak bangsa saling curiga. Selain itu, nasionalisme dan Islam dihadap-hadapkan sehingga rakyat digiring untuk tidak mencintai negerinya sendiri.

Jika masyarakat terpecah belah dan berjuang sendiri-sendiri, Indonesia akan mudah dijajah.

“Sebab itu, ketika kita bersatu, berjuang bersama-sama, kita merdeka. Benar apa yang telah diingatkan kiai kita, KH Wahab Hasbullah bahwa tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan”,” katanya di hadapan sekitar sepuluh ribu anggota Ansor dan Banser se-Jawa Tengah dalam acara Apel Kemerdekaan HUT ke-72 RI di Bukit Cinta Seroja, Kabupaten Wonosobo, Kamis (17/8).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrab nya, walaupun bangsa Indonesia berbeda-beda, tapi sejatinya adalah sama. Karena itu, dia menggelorakan slogan Kita Ini Sama.

“Ayo kita gelorakan bahwa kita ini sama, sama Indonesia-nya. Kita Ini sama bahasanya, Bahasa Indonesia. Lagu kebangsaan kita sama, lagu Indonesia Raya, bendera kita ini sama Merah Putih-nya. Karena, kita ini sama terlahir di tanah Indonesia, sama minum air Indonesia, sama menghirup udara Indonesia, dan kita Ini sama akan mati dan dikubur di bumi Indonesia,” ujar Gus Yaqut. (Baca: WOW! Ansor Siap Head To Head Hadapi Kelompok Radikal dan Intoleran)

Dia mengatakan, bangsa Indonesia perlu mensyukuri banyak kemajuan-kemajuan yang telah diraih.

Namun, sebagaimana diakui sendiri oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya, Rabu (1678), keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa diwujudkan.

“Kita lihat memang kesenjangan ekonomi masih lebar, buah dari keserakahan dan korupsi di masa lalu hingga saat ini. Jumlah rakyat miskin juga masih banyak, sementara penguasaan aset dan kekayaan hanya beredar di sejumlah kecil orang dan korporasi. Jaminan masyarakat mendapatkan keadilan hukum juga sering terlukai,” imbuh Panglima Tertinggi Banser ini.

Dalam kondisi ini, pihaknya menuntut negara bisa mencegah keserakahan dan korupsi agar tak terus terjadi.

“Kami menuntut negara segera mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan, selain masalah keadilan sosial yang harus segera diwujudkan, bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman persatuan nasional.

Setiap hari masyarakat disodori isu dan ujaran-ujaran yang berusaha memecah belah bangsa. Kiai-kiai disudutkan agar umat tergerus rasa hormatnya pada ulama. Dia menambahkan, tradisi lokal juga disesatkan agar masyarakat kehilangan identitas. Pemerintah dihujat tiap saat agar rakyat tidak lagi percaya. Etnis tertentu dijadikan biang keladi masalah agar sesama anak bangsa saling curiga. Selain itu, nasionalisme dan Islam dihadap-hadapkan sehingga rakyat digiring untuk tidak mencintai negerinya sendiri. (Baca: Suriah Hancur Karena Isu Agama Dibenturkan dengan Pemerintah dan Kebhinekaan)

Gus Yaqut mengingatkan bangsa Indonesia wajib bersyukur telah diwarisi Pancasila sebagai kalimatun sawa’, konsensus yang mengikat bangsa yang majemuk ini dalam kesamaan tujuan dan cita-cita. Menurut dia, kemajemukan bangsa ini adalah kenyataan. Semua perbedaan adalah sunnatullah.

“Tugas kita sebagai hamba Allah dan kader bangsa adalah mencari persamaan-persamaan dan titik temu agar bisa bekerja sama menghadapi tantangan masa depan dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” ujarnya. (SFA)

Sumber: JPNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: