Nasional

Gus Mus, Quraish Shihab dan Mbah Moen “Ulama Su'” Pemuda Ini Minta Maaf

Rabu, 28 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAWA BARAT – Setelah sebelumnya beberapa orang telah melakukan pelecehan dan hinaan ke Ulama NU seperti Gus Mus, Mbah Moen, KH Aqil Siradj, dan akhirnya Banser secepat kilat mendatangi mereka untuk melakukan konfirmasi, dan alhamdulillah sebagian mereka meminta maaf dan sebagian masih belum jelas infonya. (Baca: Pandu Wijaya Hina Gus Mus “Bid’ah Ndasmu”)

Baru-baru ini ada sebuah postingan oleh Ketua PAC Ansor Sindangkerta  Dida  Maulana perihal pertemuan tokoh ulama Gus Mus, Habib Quraish Shihab dan Kiai Maimoen Zubair menimbulkan tanggapan keras dari kader-kader Ansor Bandung barat, pelaku yang bernama Mulyana Ben Yahya akhirnya mengakui kesalahannya.

Dihadapan tokoh NU Bandung Barat yaitu kyai Hilman Farid dan kyai Cecep al-Ghuroba, Mulyana menyampaikan permohonan maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Menurut Dida, dalam pengakuannya Dida Mulyana merasa kecewa dengan sejumlah pernyataan kontroversial tentang Habib Quraish Shihab yang mengatakan bahwa Nabi tidak dijamin masuk syurga dan perempuan boleh tidak berjilbab. (Baca: Nistakan NU, Gus Dur dan Gus Mus, GP Ansor Gresik Laporkan Akun Arik S.Wartono ke Polisi)

“Dengan terbata-bata dia mengakui kesalahannya. Kita tidak ingin prilaku yang bersangkutan menimbulkan kesalahpahaman yang akan berkelanjutan dengan kader Ansor. Saya ajak untuk bersilaturahmi kepada orang tua untuk diberikan pengarahan”, kata ketua PAC Sindangkerta Dida Maulana.

Tindakannya dengan mengajak silaturahmi kepada para ulama, menurut Dida, agar menjadi pelajaran bahwa ujaran kebencian (hate Speech) apalagi penghinaan tanpa melalui proses tabayun akan menimbulkan resiko besar bagi pelakunya.

“Pertama, agar tidak menimbulkan gejolak diantara kader Ansor. Kedua, untuk memberikan pelajaran kepada yang bersangkutan untuk berhati-hati dalam bersikap terutama akhlaq kepada ulama. Sebab desakan untuk dilimpahkan kepada proses hukum dari sahabat-sahabat juga tinggi. Kasian lah kalau diproses hukum, karena yang bersangkutan punya tanggungan keluarga”, ujarnya.

Dihadapan kiai Hilman dan Kiai Al-Ghuroba, Mulyana membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang kembali sikapnya demikian dan menyampaikan permohonan maafnya.

Oleh kedua Tokoh NU itu, Mulyana diberikan pengarahan agar jika ada hal yang tidak dimengerti lebih baik melakukan proses tabayun dan tidak mudah mengumbarnya melalui media sosial, sebab hal demikian dapat beresiko besar. (Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme)

“Jika hal itu terulang kembali, tak segan akan kita proses secara hukum”, tegas Dida.

Bagi Dida, Mulyana sebenarnya sudah lama dikenal. Bahkan profesi yang dijalaninya saat ini sebagai pendidik disatu Madrasah jalannya dititipkan oleh Dida. Ia menyayangkan Mulyana bersikap seperti itu.

“Mudah-mudahan jadi pelajaran. Bukan hanya bagi Mulyana, tapi bagi siapa pun yang bersikap tidak sopan kepada ulama, harus siap berhadapan dengan kader Ansor”, pungkasnya. (SFA)

Sumber: PW Ansor Jabar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: