Headline News

Gubernur Hadramaut Beberkan Kebejatan Pemerintahan Mansur Hadi

Kamis, 09 Maret 2017 – 09.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Gubernur Hadramaut, Adel Bahamid, pada Sabtu (4/03/2017), membuat kejutan yang tak terduga. Ia menuduh Perdana Menteri Yaman (pemerintahan mantan presiden Hadi), Khaled Bahah berkolusi dengan teroris Al Qaeda, dan menyesatkan opini publik, sehubungan dengan penguasaan sebagian besar daerah Hadramaut pada bulan April. (Baca: Hadhramout Bangkit Melawan Al-Qaeda)

Bahamid melayangkan tuduhan tersebut tanpa menyatakan secara eksplisit. Ia menegaskan bahwa pendudukan ibukota Mukallah, Provinsi Hadramaut, oleh teroris Al-Qaeda datang setelah para komandan tentara dan brigade militer Yaman melarikan diri dari tempat tersebut, kebanyakan dari mereka adalah pasukan pro-Hadi, dan pada akhirnya organisasi tersoris tersebutlah yang memerintah kota dan masyarakatnya.

Pada saat itu, gubernur Hadramaut meninggalkan Yaman untuk berkunjung ke Arab Saudi atas permintaan Hadi, namun selang beberapa hari ia malah menentang pemerintahan yang menuduh Perdana Menteri tidak memperdulikan krisis Hadramaut.

Menurut laporan berita Lebanon, gubernur Hadhramaut mengatakan ia telah berusaha keras untuk melayani Hadramaut dan menarik perhatian Arab Saudi, Hadi dan Bahah dengan apa yang terjadi, namun tidak berhasil.

Hadramaut mengalami kendala kemunduran sejak awal tahun lalu, Bahamid mengatakan bahwa pemerintahan Hadi tidak berurusan dengan provinsi ini, kecuali hanya sebatas sapi perah saja, katanya. (Baca: Benarkah Militer Yaman Bekerjasama Dengan Al-Qaeda?)

Bahamid menekankan dalam pernyataannya bahwa Hadramaut telah melalui berbagai krisis, terutama yang terjadi pada tahun 2015 terkait pengambi alihan yang dilakukan oleh al Qaeda. Laporan mengejutkan justru datang dari pernyataan Bahah, bahwa elemen Al-Qaeda tidak lain adalah para pemuda Hadramaut, seakan ia bermaksud untuk menutupi keberadaan organisasi ini dan praktiknya.

Bahamid menghadapi krisis yang dialami oleh provinsi ini tanpa ada perhatian dari pemerintah Hadi maupun pihak lain. Krisis pengungsi akibat operasi “Badai Tegas” yang dipimpin Saudi bersama sekutunya semakin memperparah kondisi kemanusiaan di Hadramaut. Tidak hanya itu, wabah demam berdarah juga menjadi kasus paling mematikan di provinsi itu. Setidaknya lebih dari 1.600 kasus demam berdara ditemukan, dan telah menewaskan ratusan orang yang sebagian besar adalah anak usia muda. (Baca: Analis: Bungkamnya Dunia Atas Kekejaman Saudi di Yaman)

Bahamid menyatakan bawah provinsi Hadramaut sudah tidak dikontrol pemerintahan Hadi. Dan menekankan bahwa ia bisa membantu provinsi dan rakyatnya dengan lebih baik tanpa harus bergantung dengan pemerintahan Hadi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: