Fokus

Gresik Memanas! Milisi Cingkrang Ala Teroris Tantang Warga Sumengko

Rabu, 30 Agustus 2017 12.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, GRESIK – Sekelompok pasukan cingkrang yang diduga dibon dari Pasuruan dan Malang datang ke Desa Sumengko, Wringin Anom, Gresik. Mereka mendatangi desa tersebut karena ada konflik berbasis aqidah antara warga lokal dengan pendatang yang mempunyai ajaran takfiri; suka membid’ahkan amaliyah ahlussunnah wal jamaah.

Baca: Ciri Terduga Teroris Boyolali Suka Pakai Celana Cingkrang

“Ada yang kenal dengan wajah jamaah radikal ini? Mereka adalah pasukan cingkrang dibon dari Pasuruan dan Malang”. Begitu bunyi broadcast yang diterima dari sahabat Ansor Gresik dengan lampiran foto di atas.

Sebetulnya, kasus tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 dan telah terlaksana beberapa pertemuan mediasi yang difasilitasi oleh Muspika. Berikut ini adalah foto rembug membahas solusi sebelum pasukan milisi cingkrang didatangkan dari luar daerah:

Baca: TOP.. Dialog Santri Aswaja dan Mahasiswa Wahabi Tentang ‘Arsy Allah’

Karena mengingkari kesepakatan, warga geram atas ulah kelompok radikal cingkrang itu dan menuntut pembubaran atas keberadaan mereka. Tapi yang terjadi malah mereka mendatangkan pasukan milisi. Nantang-nantang pakai nunjuk satu jari (telunjuk, bukan tengah) ke atas ala-ala teroris begituh.

“Sejak tiga bulan terakhir, mereka beraktifitas kembali. Makanya warga sekitar merasa dikhianati dengan kesepakatan yang telah dibuat. Dengan jalan persuasif dialog sudah tidak bisa, maka kemarin itu tanggal 27/08/17 warga minta untuk ditutup segala bentuk kegiatan mereka,” kata ketua GP Ansor Gresik Agus Juned kepada Dutaislam.com, Senin (28/08/2017) malam.

Baca: GP Ansor Gresik Tolak Kajian Akbar Gembong Wahabi Khalid Basalamah

Penolakan masyarakat Desa Sumengko atas keberadaan jama’ah radikal pimpinan Ustadz Basuki Rahmat itu berjalan lancar dan tertib. Sikap anggota Ansor, Banser, Pagar Nusa dan IKS tetap sabar mengawal tim mediasi yang dipimpin oleh Muspika Wringinanom dan Kesbangpolinmas Gresik, meskipun sempat dipanasi-panasi.

“Nah, ternyata mereka sudah mendatangkan milisi radikal itu, yang seragam mereka sudah tidak asing lagi dengan kelompok-kelompok radikal,” tambah Agus.

Sebelumnya, Sabtu (26/08/2017), PAC Ansor setempat telah mengeluarkan instruksi kepada semua pengurus sampai pada tingkatan ranting untuk mengawal advokasi pada warga Desa Sumengko Wringinanom agar tetap berjalan tanpa provokasi sebelah. (SFA)

Sumber: DutaIslam

1 Comment

1 Comment

  1. abu jibril

    September 2, 2017 at 1:22 pm

    sikat aja kelompok cingkrang itu, sekarang atau akan datang sama saja. krn mrk tetap saja sumber terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: