Headline News

Gigit Jari, Pengadilan Saudi Putuskan Korban Crane Tak Dapat Ganti Rugi

Selasa, 24 Oktober 2017 – 16.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Penantian korban terluka maupun keluarga korban tewas dalam kecelakaan Crane di Masjidil Haram, Mekkah, pada 2015 lalu, tampaknya akan berujung sia-sia karena kompensasi yang dijanjikan dalam jumlah besar untuk mereka itu dibatalkan oleh pengadilan Arab Saudi.

Baca: Korban Crane Tagih Janji Raja Saudi

Pengadilan memutuskan korban kecelakaan crane 2015, tidak akan mendapatkan diyyah (uang ganti rugi). Pasalnya, pengadilan menilai, bencana tersebut disebabkan oleh alam dan tidak ada unsur manusia di belakangnya. Padahal, sebelumnya Raja Salman memerintahkan agar semua korban harus diberi kompensasi.

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (23/10) Pengadilan juga memutuskan baik korban luka maupun kerusakan tidak akan mendapatkan kompensasi yang diakibatkan oleh jatuhnya crane di kawasan Masjidil Haram. Karena bencana tersebut disebabkan oleh alasan alam dan tidak ada unsur manusia di belakangnya.

Pengadilan tersebut membebaskan semua 13 karyawan Grup Binladin yang bertanggung jawab atas operasi crane raksasa tersebut. Namun Jaksa Agung, yang menolak keputusan pengadilan tersebut mengatakan, dia akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Di bawah prosedur pengadilan, setiap keputusan yang tidak diajukan dalam 30 hari menjadi final dan mengikat.

Baca: Saudi Bebaskan Kontraktor Penyebab Kecelakaan Crane 2015 di Masjidil Haram

Sebanyak 108 orang tewas dan 238 lainnya cedera saat sebuah mobil jatuh di dinding timur Masjidil Haram pada bulan September 2015. Raja Salman, yang mengunjungi lokasi bencana tersebut, memerintahkan agar semua korban harus diberi kompensasi.

Hakim dalam kasus tersebut mengatakan pengadilan mengambil keputusannya setelah meninjau secara menyeluruh laporan teknis, teknik, mekanik dan geofisika selain mempelajari dengan saksama laporan Presidensi Meteorologi dan Lingkungan yang mengatakan hujan deras dan badai yang menyebabkan jatuhnya crane.

“Crane berada dalam posisi tegak, benar dan aman. Tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa yang melakukan semua tindakan pengamanan yang diperlukan,” kata pengadilan tersebut.

Pengadilan tersebut mengatakan mereka juga memeriksa laporan sejumlah pusat internasional khusus yang dipresentasikan oleh Grup Binladen di samping laporan Pertahanan Sipil sebelum sampai pada keputusan akhir.

Keberadaan crane di alun-alun timur Haram selama lebih dari dua tahun telah disetujui oleh pihak berwenang yang bersangkutan. “Jaksa Agung tidak memberikan bukti kuat bahwa Grup Binladen telah melanggar peraturan keselamatan. Bukti yang dia sampaikan tidak cukup untuk memberatkan terdakwa,”tambahnya.

Baca: Saudi Salahkan ‘Tuhan’ dalam Tragedi Crane Jatuh di Masjidil Haram

Pada bulan September 2015 Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, juga menagih janji santunan dari pemerintah Arabi Saudi agar bisa dengan segera membayarkan santunan yang dijanjikan terhadap para keluarga korban crane yang jatuh saat beribadah haji di Mekkah.

Jadi sangat jelas sekali saat ini bahwa Kerajaan Saudi tidak ada niat sama sekali untuk memberikan santunan kepada korban jatuhnya Crane, padahal saat itu Raja Salman, pasca tragedi menyatakan akan memberikan kompensasi terhadap semua korban dalam insiden tersebut. Janji Raja Salman itu hingga saat ini masih dinanti korban maupun keluarga korban termasuk korban dari Indonesia, karena menurut mereka janji itu masih juga belum direalisasikan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: