Asia

Gempa Guncang Korut, Diduga Hasil Tes Senjata Nuklir

Jum’at, 13 Oktober 2017 – 12.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KORUT – Gempa kembali terdeteksi di dekat lokasi uji coba nuklir Punggye-ri di Korea Utara, Jum’at dini hari, dimana ilmuwan China telah memperingatkan bahwa lebih banyak tes nuklir dapat menyebabkan gunung tersebut runtuh dan menyebarkan radiasi.

Baca: Korut: Penyebaran THAAD Mengubah Kawasan Jadi Medan Perang Nuklir

Gempa itu tergolong kecil, menurut laporan media, namun cukup menyebabkan seluruh bangunan di Rusia dan China bergoyang, Daily Mail melaporkan. Tes sebelumnya telah menyebabkan gempa bumi di daerah sekitar lokasi pengujian nuklir Korea Utara.

Gempa tersebut tercatat sebesar 2,9 skala richter menurut Survei Geologi AS, sebuah badan pemantau yang mengatakan bahwa pusat gempa tersebut berjarak sekitar 14 mil dari Sungjibaegam.

China curiga bahwa sebuah tes telah terjadi. “Hampir pasti bukan tes nuklir.”

Baca: Korut Bentuk Pasukan Nuklir Super Elit

Uji coba terakhir di Punggyre-ri pada tanggal 3 September adalah yang keenam, yang dilakukan oleh pemimpin negara tersebut dalam sebuah tes bom hidrogen.

Korea Utara secara tradisional menguji bom nuklirnya di bawah tanah. “Jika gunung runtuh” ​​di mana senjata dites “dan lubangnya terbuka, ia akan mengeluarkan banyak hal buruk,” Wang Naiyan, seorang ilmuwan senjata nuklir China mengatakan setelah tes bulan September.

Hanya satu tes nuklir lagi yang cukup untuk membuat gua gunung itu sendiri, kata periset China Morning Post saat itu. “Pemerintah Korea Utara harus menghentikan tes karena itu menimbulkan ancaman besar tidak hanya untuk Korea Utara tapi juga bagi negara lain,” kata Wang.

Ledakan di bulan September merupakan uji coba nuklir dengan kekuatan tertinggi di Korea Utara, Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika mengatakan kepada Loud & Clear on Radio Sputnik.

Baca: Tandingi Kekuatan Militer Amerika, Kim Jong Un Kembangkan Senjata Nuklir

“Rentang yang saya dengar adalah dari 100 sampai 250 kiloton,” kata Kristensen kepada Loud & Clear host Brian Becker. “Itu peningkatan yang signifikan dari ledakan 10 sampai 20 kiloton” yang terdeteksi dalam tes sebelumnya, ahli mengamati. (SFA)

Sumber:SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: