Fokus

GEGER! Warga Mojokerto Temukan Bendera ISIS

Senin, 15 Januari 2018 – 16.41 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOJOKERTO – Penemuan bendera kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di sebuah Masjid di Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur pada Minggu (14/01) menggegerkan warga sekitar.

Baca: Teroris Cilik Asal Ponpes Ibnu Mas’ud Bogor Tewas Saat Ikut Perang Bersama ISIS di Suriah

“Bendera berukuran 96×76 sentimeter tersebut ditemukan terbungkus kantong kresek warna hitam di samping pintu masuk masjid Al Hidayah,” tutur Kapolsek Gondang AKP Slamet Riyadi.

Dalam kantong tersebut tak hanya bendera saja. Namun juga ditemukan dua buah ikat kepala berukuran 89×6 sentimeter berlafal sama persis dengan bendera ISIS tersebut.

Baca: Densus 88 Dalami Motif Anggota DPRD Pasuruan dari Kader PKS ke Turki

Menurut Slamet, bendera dan ikat kepala ISIS itu pertama kali ditemukan Makhsun sekitar pukul 13.00 WIB. Makhsun datang ke masjid untuk mengontrol pekerja bangunan yang bertugas memperbaiki bagian Masjid.

“Yang bersangkutan melihat bagian kain hitam keluar dari kantong plastik. Diperiksa, ternyata bendera ISIS, sekarang sudah kita amankan,” ucapnya.

Slamet yang pernah menjabat Kapolsek Jatirejo ini menjelaskan, dari pemeriksaan sejumlah saksi, bungkusan kantong plastik itu diduga sudah berada di masjid selama satu minggu. Ada kecurigaan bahwa bendera ISIS itu milik segerombol orang yang pada minggu malam (7/01) pekan lalu, menginap di Masjid Al Hidayah.

“Seminggu lalu ada enam orang yang menginap disana, mereka mengendarai tiga unit sepeda motor dari Malang hendak pulang ke Lamongan,” ujarnya.

Baca: Zainul Muttaqin: White Helmets Penghancur Suriah Resmi Masuk Indonesia

Sejauh ini, ada tiga orang yang dimintai keterangan di Polsek Gondang. Mereka adalah Makhsun selaku orang yang menemukan bendera itu pertama kali, Syaiful selaku takmir Masjid Al Hidayah serta Yusuf sang Imam Masjid.

“Saat enam orang itu hendak menginap di masjid, mereka meminta izin takmir masjid, kemudian usai salat Subuh, saudara Yusuf juga sempat mengobrol dengan mereka,” kata Slamet.

Polisi masih menyelidiki pemilik bandera dan ikat kepala dari organisasi terlarang itu. Slamet juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Sat intelkam Polres Mojokerto untuk menyelidikinya. (SFA)

Sumber: CNN Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: