Headline News

Gagal Tekan Qatar, Saudi Cs Perpanjang Batas Waktu Hingga 48 Jam Berikutnya

Senin, 3 Juli 2017 – 08.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, QATAR – Empat negara Arab dilaporkan setuju untuk memperpanjang batas waktu persyaratan untuk Qatar selama 48 jam setelah Kuwait mendesak untuk melakukannya. (Baca: Pengacara Swiss Wakili Qatar untuk Tuntut Blokade Saudi Cs)

Kuwait mendesak Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir untuk memperpanjang tenggat waktu yang diberikan ke Qatar untuk menanggapi daftar tuntutan selama 48 jam berikutnya, media setempat melaporkan pada hari Minggu.

Menurut Kantor Berita Kuwait (KUNA), langkah itu diikuti setelah Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah menerima Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani yang menyerahkan surat dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang berisi tanggapan Qatar terhadap daftar tuntutan tersebut.

Keempat negara telah sepakat untuk memperpanjang batas waktu, menurut jaringan TV Al Arabiya. (Baca: Qatar Pertegas Jalin Kerjasama dengan Iran Pasca Ditendang 4 Negara Teluk)

Pada tanggal 5 Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan komunikasi dengan Qatar, menuduhnya mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka. Kemudian, Maladewa, Mauritius, dan Mauritania juga mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik. Jordan dan Djibouti mengurangi tingkat misi diplomatik mereka di Qatar.

Pekan lalu, Kuwait, yang bertugas sebagai mediator antara Qatar dan negara-negara Teluk, menyerahkan tuntutan Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain ke Doha. Permintaan tersebut mencakup pemutusan hubungan Qatar dengan Iran, penutupan pangkalan militer Turki di wilayah Qatar dan penutupan saluran TV Al Jazeera. Doha diberi waktu 10 hari untuk melaksanakan tuntutan tersebut, tenggat waktu telah berakhir pada hari Minggu. (Baca: Tuntutan Tak Masuk Akal Saudi, Mesir, Bahrain dan UEA kepada Qatar)

Qatar telah menyatakan bahwa mereka tidak mungkin menerima tuntutan Saudi Cs dan mendesak revisi tuntutan tersebut. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: